Antara Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional

Antara Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional


Perbandingan Antara Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional - Wilayah nodal nampak dinamis, tidak statis seperti wilayah formal. Karena didefinisikan sebagai gerakan, bukan objek yang statis dan terdapat fungsi suatu tempat sebagai sirkulasi. Pada wilayah tersebut, terdapat aktivitas yang diorganisasi dan umumnya bersifat lebih dinamis seperti gerakan orang, barang, berita atau pesan.

Karena itu, dalam wilayah nodal meliputi wilayah di sekitar titik pusat. Wilayah formal tidak perlu memiliki core (inti), walaupun dalam beberapa hal memiliki heartland area (wilayah jantung). Heartland area adalah daerah yang kenampakan dari suatu kriteria tertentu sangat jelas kenampakkannya.

Antara Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional
Gambar 5.5 (a), menunjukkan yang menjadi inti pada wilayah uniform/ formal ialah daerah yang hampir seluruhnya (>75%) digunakan untuk pertanian padi. Wilayah sekitar inti (periphery), dominasi pertanian padi mencapai 5075%. Daerah yang pertanian padinya sekitar 25% saja, tidak termasuk ke dalam wilayah yang mempunyai keseragaman dalam hal membudidayakan tanaman padi.

Pada gambar 5.5 (b), menunjukkan sebuah wilayah nodal, di mana garis yang menghubungkan pusat dengan daerah sekitarnya, dapat diartikan terjadi sebuah gerakan penduduk dari pedesaan ke kota atau sebaliknya, misalnya membawa dan menjual hasil-hasil pertanian atau berbelanja.








Pusat kegiatan, berkembang karena adanya kebutuhan manusia, baik kebutuhan biologis maupun kebutuhan sosial. Kebutuhan tersebut sangat beragam dan tidak mungkin seluruhnya dapat dipenuhi oleh sendiri. Mereka perlu kerjasama atau saling tukar menukar barang dengan orang lain yang berbeda produksinya. Timbullah pertukaran atau proses jual beli pada masyarakat modern, mulai dari jual beli barang sampai jasa.Antara Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional

Dengan demikian, dalam wilayah nodal tidak hanya terlibat sejumlah orang tetapi juga barang, jasa, transportasi dan berbagai aturan sehingga membentuk suatu sistem yang saling menunjang. Misalnya, Kota Cirebon di Jawa Barat merupakan suatu wilayah pertemuan lalu lintas darat antara wilayah timur ke arah Jakarta atau ke arah Bandung, daerah ini akan sangat terasa sekali pada saat menjelang dan sesudah hari Idul Fitri dengan arus lalu lintas yang padat dan macet. Wilayah tersebut dinamakan wilayah fungsional (nodal) bagi pengendalian kelancaran arus lalu lintas.

Demikian artikel "Antara Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional" ini saya susun, artikel ini saya ambil dari ( BSE )





Description: Antara Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional Rating: 4 Reviewer: Imam Murtaqi - ItemReviewed: Antara Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional

0 comments:

artikel terkait imam murtaqi