Recent Posts

Add Logo ADIRA SEO Festive 2011

Proses Masuk dan Perkembangan Hindu Budha Di Indonesia

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA HINDU-BUDHA DI INDONESIA
Sejak awal masehi telah terjalin hubungan perdagangan antara Asia Timur (Cina) dan Asia Selatan (India) yang melintasi kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Indonesia merupakan daerah yang strategis dalam pelayaran dan perdagangan internasional. Hal inilah yang menyebabkan pengaruh Hindu-Budha yang berkembang di India menyebar sampai ke Indonesia.

Proses masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia ada 2 pendapat :

Pertama: Hindu-Budha dibawa oleh orang-orang India ke Indonesia dan masyarakat Indonesia hanya bersikap pasif.
Kedua : masyarakat Indonesia telah bersikap aktif yakni dengan pergi ke India untuk mempelajari Hindu-budha dan menyebarkannya kembali ke wilayah Indonesia.
Proses masuk dan berkembangnya Hindu-budha ke Indonesia didukung oleh beberapa teori yang masing-masing mempunyai alasan. Teori yang menyatakan pembawa atau yang menyebarkan Hindu-Budha di Indonesia adalah :
Teori Brahmana
Teori Ksatria
Teori Waisya
Teori Arus Balik
Teori Brahmana
Teori ini dekemukakan oleh J.C Van Leur yang menyatakan bahwa agama dan kebudayaan Hindu-Budha yang datang ke Indonesia dibawa oleh golongan Brahmana (golongan agama) yang sengaja diundang oleh penguasa Indonesia.
Teori ini mempertegas kembali bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia hanya golongan Brahmana yang mempunyai hak dan mampu membaca kitab Weda (kitab suci agama Hindu) sehingga hanya kasta Brahmana yang memahami ajaran Hindu secara utuh dan benar. Selain itu beberapa prasasti yang ditemukan di Indonesia menggunakan berbahasa Sansekerta. Di India bahasa itu hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan dan hanya golongan Brahmana yang mengerti dan menguasai penggunaan bahasa tersebut. Kontak penguasa Indonesia dengan penguasa India terjadi berkat hubungan dagang.

Teori Ksatria
Teori ini dikemukakan oleh Prof.Dr.J.L. Moens yang menyatakan bahwa agama dan kebudayaan Hindu-Budha dibawa oleh orang-orang dari India dari kasta Ksatria, dengan alasan bahwa di India sekitar abad ke-4 hingga abad ke-6 sering terjadi peperangan sehingga kasta Ksatria yang terdiri dari kaum bangsawan dan prajurit ada yang mengalami kekalahan dan melarikan diri mencari daerah baru antara lain hingga ke Indonesia.

Teori Waisya
Teori ini dikemukakan oleh Prof. Dr.N.J.Krom yang menyatakan bahwa golongan Waisya (pedagang, petani, pemilik tanah) merupakan golongan terbesar yang berperan dalam menyebarkan agama dan kebudyaan Hindu-Budha. Para pedagang yang sudah terlebih dahulu mengenal Hindu-Budha datang ke Indonesia selain untuk berdagang mereka juga memperkenalkan Hindu-Budha kepada rakyat Indonesia. Para pedagang ini adakalanya menetap sementara waktu dan bahkan ada yang menetap dan tinggal di Indonesia dan menikah dengan penduduk setempat.



Teori Arus Balik
Teori ini dikemukakan oleh F.D.K.Bosch yang menyatakan bahwa pada mulanya golongan agama menyebar ke berbagai negara melalui jalur yang dilalui oleh para pedagang. Dibeberapa tempat mereka berusaha menjalin hubungan yang baik dan memperkenalkan Hindu-Budha. Pada perkembangan selanjutnya orang Indonesia sendiri datang ke India untuk mempelajari Hindu-Budha setelah memperoleh ilmu yang banyak mereka kembali lagi ke Indonesia untuk menyebarkan ajaran Hindu-budha.

Pengertian dan Definisi Menulis

Pengertian Menulis

Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk tujuan, misalnya memberi tahu, meyakinkan, atau menghibur. Hasil dari proses kreatif ini biasa disebut dengan istilah karangan atau tulisan. Kedua istilah tersebut mengacu pada hasil yang sama meskipun ada pendapat mengatakan kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda.

Istilah menulis sering melekatkan pada proses kreatif yang berjenis ilmiah. Sementara istilah mengarang sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis nonilmiah.

Menulis dan mengarang sebenarnya dua kegiatan yang sama karena menulis berarti mengarang (baca: menyusun atau marangkai bukan menghayal) kata menjadi kalimat, menyusun kalimat menjadi paragraf, menyusun paragraf menjadi tulisan kompleks yang mengusung pokok persoalan.

Pokok persoalan di dalam tulisan disebut gagasan atau pikiran. Gagasan tersebut menjadi dasar bagi berkembangnya tulisan tersebut. Gagasan pada sebuah tulisan bisa bermacam-macam, bergantung pada keinginan penulis penulis. Melalui tulisannya, penulis bisa mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, pendapat, kehendak dan pengalaman.

Menulis sebagai keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam mengemukakan gagasan-pikirannya kepada orang atau pihak lain dengan dengan media tulisan. Setiap penulis pasti memiliki tujuan dengan tulisannya antara lain mengajak, menginformasikan, meyakinkan, atau menghibu pembaca.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Menulis adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dsb), anak-anak sedang belajar, melahirkan pikiran atau perasaan (spt mengarang, membuat surat)

Menurut (Angelo, 1980:5), Menulis merupakan suatu bentuk berpikir, tetapi justru berpikir bagi membaca tertentu dan bagi waktu tertentu. Salah satu tugas terpenting sang penulis adalah menguasai prinsip-prinsip menulis dan berpikir, yang akan dapat menolongnya mencapai maksud dan tujuannya. Yang paling penting di antara prinsip-prinsip yang dimaksudkan itu adalah penemuan, susunan, dan gaya. Secara singkat belajar menulis adalah belajar berpikir dalam/dengan cara tertentu.

Henry Guntur Tarigan (1986: 15), menjelaskan Pengertian Menulis sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai.

Gebhardt dan Dawn Rodrigues (1989: 1) menjabarkan bahwa Menulis merupakan salah satu hal paling penting yang kamu lakukan di sekolah. Kemampuan menulis yang baik memegang peranan yang penting dalam kesuksesan, baik itu menulis laporan, proposal atau tugas di sekolah.

McCrimmon dalam St. Y. Slamet (2008: 141) mengungkapkan pengertian menulis sebagai kegiatan menggali pikiran dan perasaan mengenai suatu subjek, memilih hal-hal yang akan ditulis, menentukan cara menuliskannya sehingga pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan jelas.

Penegrtian Hujan Asam

Pengertian Hujan Asam

Hujan asam adalah suatu masalah lingkungan yang serius yang benar-benar difikirkan oleh manusia. Ini merupakan masalah umum yang secara berangsur-angsur mempengaruhi kehidupan manusia. Istilah Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris (Anonim, 2001). Tetapi istilah hujan asam tidaklah tepat, yang benar adalah deposisi asam.


Deposisi asam ada dua jenis, yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi kering ialah peristiwa kerkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran.

Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka air hujan yang turun bersifat asam. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Asam itu tercuci atau wash out. Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran.

Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.

Hujan pada dasarnya memiliki tingkat keasaman berkisar pH 5, apabila hujan terkontaminasi dengan karbon dioksida dan gas klorine yang bereaksi serta bercampur di atmosphere sehingga tingkat keasaman lebih rendah dari pH 5, disebut dengan hujan asam.

Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami, misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia, misalnya akibat pembakaran BBF, peleburan logam dan pembangkit listrik. Minyak bumi mengadung belerang antara 0,1% sampai 3% dan batubara 0,4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar, belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat (Soemarwoto O, 1992).

Kadar SO2 tertinggi terdapat pada pusat industri di Eropa, Amerika Utara dan Asia Timur. Di Eropa Barat, 90% SO2 adalah antrofogenik. Di Inggris, 2/3 SO2 berasal dari pembangkit listrik batu bara, di Jerman 50% dan di Kanada 63% (Anonim, 2005).

Menurut Soemarwoto O (1992), 50% nitrogen oxides terdapat di atmosfer secara alami, dan 50% lagi juga terbentuk akibat kegiatan manusia, terutama akibat pembakaran BBF. Pembakaran BBF mengoksidasi 5-50% nitrogen dalam batubara , 40-50% nitrogen dalam minyak berat dan 100% nitrogen dalam mkinyak ringan dan gas. Makin tinggi suhu pembakaran, makin banyak Nox yang terbentuk.

Selain itu NOx juga berasal dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Oksida N merupakan hasil samping aktifitas jasad renik itu. Di dalam tanah pupuk N yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami kimi-fisik dan biologik sehingga menghasilkan N. Karena itu semakin banyak menggunakan pupuk N, makin tinggi pula produksi oksida tersebut.

Senyawa SO2 dan NOx ini akan terkumpul di udara dan akan melakukan perjalanan ribuan kilometer di atsmosfer, disaat mereka bercampur dengan uap air akan membentuk zat asam sulphuric dan nitric. Disaat terjadinya curah hujan, kabut yang membawa partikel ini terjadilah hujam asam. Hujan asam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mengering bersama debu atau partikel lainnya

Pengertian Cuaca dan Iklim

Pengertian Cuaca dan Iklim


Cuaca dan Iklim
A. Pengertian Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbedabeda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca

Pengertian Cuaca dan Iklim

selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat).
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.
Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut dan badai.
Perlu Anda ketahui bahwa ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut Klimatologi, sedangkan ilmu yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut Meteorologi.
B. Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Ada beberapa unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim, yaitu suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara dan curah hujan.
1. Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub, makin dingin.Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa dingin jika ketinggian bertambah. Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter, suhu udara berkurang (turun) rata-rata 0,6o C. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1o C.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah:
a. Lama penyinaran matahari.
b. Sudut datang sinar matahari.
c. Relief permukaan bumi.
d. Banyak sedikitnya awan.
e. Perbedaan letak lintang.
Matahari merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat terjadi melalui dua proses pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak langsung.
a. Pemanasan secara langsung
Pemanasan secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses sebagai berikut:
1) Proses absorbsi
adalah penyerapan unsur-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama, sinar-X, dan ultra-violet. Unsur unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen, dan debu.
2) Proses refleksi
adalah pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-butir air (H2O), awan, dan partikel-partikel lain di atmosfer.
3) Proses difusi
Sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan lembayung berhamburan ke segala arah. Proses ini menyebabkan langit berwarna biru.
b. Pemanasan tidak langsung
Pemanasan tidak langsung dapat terjadi dengan cara-cara berikut:
1. Konduksi adalah pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah kemudian lapisan udara tersebut memberikan panas pada lapisan udara di atasnya.
2. Konveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas.
3. Adveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal (mendatar).
4. Turbulensi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur dan berputar-putar ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer.
2. Tekanan Udara
Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan air. Namun udarapun mempunyai berat dan tekanan. Besar atau kecilnya tekanan udara, dapat diukur dengan menggunakan barometer. Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643). Alat yang digunakannya adalah barometer raksa. Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut.

ANGIN
Angin adalah udara yang bergerak. Ada tiga hal penting yang menyangkut sifat angin yaitu: Kekuatan angin Arah angin Kecepatan angina
Sistem Angin
1. Angin Passat
Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Lihat gambar 6: a) Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara. b) Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan.

Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).
2. Angin Anti Passat
Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang 20o - 30o LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia.

3. Angin Barat
Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar, tertama pada daerah lintang 60o LS. Di sini bertiup angin Barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.
4. Angin Timur
Di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60o LU/LS). Angin ini disebut angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.
5. Angin Muson (Monsun)
Angin muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah.
Pada bulan Oktober - April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan.
Musim penghujan meliputi seluruh wilayah indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata. makin ke timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit.
Angin Lokal
Di samping angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat) yaitu sebagai berikut:
1. Angin darat dan angin laut Angin ini terjadi di daerah pantai.
Pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas dibandingkan dengan lautan. Angin bertiup dari laut ke darat, disebut angin laut. Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas dibandingkan dengan lautan. Daratan bertekanan maksimum dan lautan bertekanan minimum. Angin bertiup dari darat ke laut, disebut angin darat. Lihat gambar 8.
2. Angin lembah dan angin gunung
Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah lebih cepat panas dibandingkan dengan udara di puncak gunung yang lebih terbuka (bebas), maka udara mengalir dari lembah ke puncak gunung menjadi angin lembah. Sebaliknya pada malam hari udara mengalir dari gunung ke lembah menjadi angin gunung.
3. Angin Jatuh yang sifatnya kering dan panas
Angin jatuh atau Fohn ialah angin jatuh bersifatnya kering dan panas terdapat di lereng pegunungan Alpine. Sejenis angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok (Deli), angin Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan Angin Brubu di Sulawesi Selatan).
3. Kelembaban Udara
Di udara terdapat uap air yang berasal dari penguapan samudra (sumber yang utama). Sumber lainnya berasal dari danau-danau, sungai-sungai, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dapat dikandungnya. Hal ini berarti makin lembablah udara tersebut. Alat untuk mengukur kelembaban udara dinamakan hygrometer atau psychrometer.
Ada dua macam kelembaban udara:
1) Kelembaban udara absolut, ialah banyaknya uap air yang terdapat di udara pada suatu tempat. Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air dalam 1 m³ udara.

2) Kelembaban udara relatif, ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara (kelembaban absolut) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara tersebut dalam suhu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%).
Contoh:
Dalam 1 m³ udara yang suhunya 20o C terdapat 14 gram uap air (basah
absolut = 14 gram), sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya
pada suhu 20o C = 20 gram.

4. Curah Hujan
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan.
Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
- bentuk medan/topografi
- arah lereng medan
- arah angin yang sejajar dengan garis pantai
- jarak perjalanan angin di atas medan datar

Hujan ialah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi. Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut Isohyet.
Klasifikasi hujan
a. Berdasarkan ukuran butirannya ,hujan dibedakan menjadi:
1. hujan gerimis/drizzle, diameter butir-butirannya kurang dari 0,5 mm;
2. hujan salju/snow, terdiri dari kristal-kristal es yang temperatur udaranya berada di bawah titik beku;
3. hujan batu es, merupakan curahan batu es yang turun di dalam cuaca panas dari awan yang temperaturnya di bawah titik beku; dan
4. hujan deras/rain, yaitu curahan air yang turun dari awan yang temperaturnya di atas titik beku dan diameter butirannya kurang lebih 7 mm.
b. Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan atas:
1. Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan olehpertemuan dua massa udara yang berbeda temperaturnya. Massa udara panas/lembab bertemu dengan massa massa udara panas massa udara dingin udara dingin/padat sehingga berkondensasi Gambar 9. Hujan Frontal. dan terjadilah hujan. Lihat gambar 9.
2. Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi/ Naik Tropis
Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. Terdapat di daerah tropis antara 23,5o LU - 23,5o LS. Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.
3. Hujan Orografis/Hujan Naik Pegunungan
Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan yang makin ke atas makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis, sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.
5. Awan
Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.
a. Menurut morfologinya (bentuknya) Berdasatkan morfologinya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Awan Commulus yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal
(bunar-bundar) dan dasarnya horizontal.
2. Awan Stratus yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah awan yang rendah dan luas.
3. Awan Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat, berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak dapat menimbulkan hujan
b. Berdasarkan ketinggiannya Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Awan tinggi (lebih dari 6000 m - 9000 m), karena tingginya selalu
terdiri dari kristal-kristal es.
a. Cirrus (Ci) : awan tipis seperti bulu burung.
b. Cirro stratus (Ci-St) : awan putih merata seperti tabir.
c. Cirro Cumulus (Ci-Cu) : seperti sisik ikan.
2. Awan sedang (2000 m - 6000 m) a) Alto Comulus (A-Cu) : awan bergumpal gumpal tebal. b) Alto Stratus (A- St) : awan berlapis-lapis tebal.
3. Awan rendah (di bawah 200 m) a) Strato Comulus (St-Cu) : awan yang tebal luas dan bergumpal
gumpal. b) Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapis-lapis. c) Nimbo Stratus (No-St) : lapisan awan yang luas, sebagian telah
merupakan hujan.
Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500 m-1500 m
a) Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata.
b) Comulo Nimbus (Cu-Ni): awan yang bergumpal gumpal luas dan sebagian telah merupakan hujan, sering terjadi angin ribut

Pengertian Cuaca dan Iklim

Cuaca dan Iklim
A. Pengertian Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbedabeda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca

selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat).
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.
Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut dan badai.
Perlu Anda ketahui bahwa ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut Klimatologi, sedangkan ilmu yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut Meteorologi.
B. Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Ada beberapa unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim, yaitu suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara dan curah hujan.
1. Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub, makin dingin.Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa dingin jika ketinggian bertambah. Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter, suhu udara berkurang (turun) rata-rata 0,6o C. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1o C.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah:
a. Lama penyinaran matahari.
b. Sudut datang sinar matahari.
c. Relief permukaan bumi.
d. Banyak sedikitnya awan.
e. Perbedaan letak lintang.
Matahari merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat terjadi melalui dua proses pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak langsung.
a. Pemanasan secara langsung
Pemanasan secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses sebagai berikut:
1) Proses absorbsi
adalah penyerapan unsur-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama, sinar-X, dan ultra-violet. Unsur unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen, dan debu.
2) Proses refleksi
adalah pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-butir air (H2O), awan, dan partikel-partikel lain di atmosfer.
3) Proses difusi
Sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan lembayung berhamburan ke segala arah. Proses ini menyebabkan langit berwarna biru.
b. Pemanasan tidak langsung
Pemanasan tidak langsung dapat terjadi dengan cara-cara berikut:
1. Konduksi adalah pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah kemudian lapisan udara tersebut memberikan panas pada lapisan udara di atasnya.
2. Konveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas.
3. Adveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal (mendatar).
4. Turbulensi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur dan berputar-putar ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer.
2. Tekanan Udara
Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan air. Namun udarapun mempunyai berat dan tekanan. Besar atau kecilnya tekanan udara, dapat diukur dengan menggunakan barometer. Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643). Alat yang digunakannya adalah barometer raksa. Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut.

ANGIN
Angin adalah udara yang bergerak. Ada tiga hal penting yang menyangkut sifat angin yaitu: Kekuatan angin Arah angin Kecepatan angina
Sistem Angin
1. Angin Passat
Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Lihat gambar 6: a) Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara. b) Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan.

Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).
2. Angin Anti Passat
Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang 20o - 30o LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia.

3. Angin Barat
Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar, tertama pada daerah lintang 60o LS. Di sini bertiup angin Barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.
4. Angin Timur
Di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60o LU/LS). Angin ini disebut angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.
5. Angin Muson (Monsun)
Angin muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah.
Pada bulan Oktober - April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan.
Musim penghujan meliputi seluruh wilayah indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata. makin ke timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit.
Angin Lokal
Di samping angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat) yaitu sebagai berikut:
1. Angin darat dan angin laut Angin ini terjadi di daerah pantai.
Pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas dibandingkan dengan lautan. Angin bertiup dari laut ke darat, disebut angin laut. Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas dibandingkan dengan lautan. Daratan bertekanan maksimum dan lautan bertekanan minimum. Angin bertiup dari darat ke laut, disebut angin darat. Lihat gambar 8.
2. Angin lembah dan angin gunung
Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah lebih cepat panas dibandingkan dengan udara di puncak gunung yang lebih terbuka (bebas), maka udara mengalir dari lembah ke puncak gunung menjadi angin lembah. Sebaliknya pada malam hari udara mengalir dari gunung ke lembah menjadi angin gunung.
3. Angin Jatuh yang sifatnya kering dan panas
Angin jatuh atau Fohn ialah angin jatuh bersifatnya kering dan panas terdapat di lereng pegunungan Alpine. Sejenis angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok (Deli), angin Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan Angin Brubu di Sulawesi Selatan).
3. Kelembaban Udara
Di udara terdapat uap air yang berasal dari penguapan samudra (sumber yang utama). Sumber lainnya berasal dari danau-danau, sungai-sungai, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dapat dikandungnya. Hal ini berarti makin lembablah udara tersebut. Alat untuk mengukur kelembaban udara dinamakan hygrometer atau psychrometer.
Ada dua macam kelembaban udara:
1) Kelembaban udara absolut, ialah banyaknya uap air yang terdapat di udara pada suatu tempat. Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air dalam 1 m³ udara.

2) Kelembaban udara relatif, ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara (kelembaban absolut) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara tersebut dalam suhu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%).
Contoh:
Dalam 1 m³ udara yang suhunya 20o C terdapat 14 gram uap air (basah
absolut = 14 gram), sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya
pada suhu 20o C = 20 gram.

4. Curah Hujan
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan.
Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
- bentuk medan/topografi
- arah lereng medan
- arah angin yang sejajar dengan garis pantai
- jarak perjalanan angin di atas medan datar

Hujan ialah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi. Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut Isohyet.
Klasifikasi hujan
a. Berdasarkan ukuran butirannya ,hujan dibedakan menjadi:
1. hujan gerimis/drizzle, diameter butir-butirannya kurang dari 0,5 mm;
2. hujan salju/snow, terdiri dari kristal-kristal es yang temperatur udaranya berada di bawah titik beku;
3. hujan batu es, merupakan curahan batu es yang turun di dalam cuaca panas dari awan yang temperaturnya di bawah titik beku; dan
4. hujan deras/rain, yaitu curahan air yang turun dari awan yang temperaturnya di atas titik beku dan diameter butirannya kurang lebih 7 mm.
b. Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan atas:
1. Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan olehpertemuan dua massa udara yang berbeda temperaturnya. Massa udara panas/lembab bertemu dengan massa massa udara panas massa udara dingin udara dingin/padat sehingga berkondensasi Gambar 9. Hujan Frontal. dan terjadilah hujan. Lihat gambar 9.
2. Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi/ Naik Tropis
Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. Terdapat di daerah tropis antara 23,5o LU - 23,5o LS. Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.
3. Hujan Orografis/Hujan Naik Pegunungan
Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan yang makin ke atas makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis, sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.
5. Awan
Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.
a. Menurut morfologinya (bentuknya) Berdasatkan morfologinya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Awan Commulus yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal
(bunar-bundar) dan dasarnya horizontal.
2. Awan Stratus yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah awan yang rendah dan luas.
3. Awan Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat, berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak dapat menimbulkan hujan
b. Berdasarkan ketinggiannya Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Awan tinggi (lebih dari 6000 m - 9000 m), karena tingginya selalu
terdiri dari kristal-kristal es.
a. Cirrus (Ci) : awan tipis seperti bulu burung.
b. Cirro stratus (Ci-St) : awan putih merata seperti tabir.
c. Cirro Cumulus (Ci-Cu) : seperti sisik ikan.
2. Awan sedang (2000 m - 6000 m) a) Alto Comulus (A-Cu) : awan bergumpal gumpal tebal. b) Alto Stratus (A- St) : awan berlapis-lapis tebal.
3. Awan rendah (di bawah 200 m) a) Strato Comulus (St-Cu) : awan yang tebal luas dan bergumpal
gumpal. b) Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapis-lapis. c) Nimbo Stratus (No-St) : lapisan awan yang luas, sebagian telah
merupakan hujan.
Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500 m-1500 m
a) Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata.
b) Comulo Nimbus (Cu-Ni): awan yang bergumpal gumpal luas dan sebagian telah merupakan hujan, sering terjadi angin ribut

Game Terlaris Di Dunia

Berikut adalah 5 besar game terlaris di dunia, menurut data biro penelitian NPD Group di Tokyo, Jepang :
1. Grand Theft Auto IV
2. Super Smash Bros. Brawl
3. Mario Kart Wii
4. Wii Fit


5. Guitar Hero III

10 Binatang, Hewan Terpintar, Paling Pintar Di Dunia

10. Portia Labiata (Laba-Laba Pelompat)
Laba-laba ini banyak mendiami daerah kritis di daratan Afrika, Asia, dan Australia. Laba-laba ini telah mendapatkan predikat dari para ilmuwan sebagai serangga paling cerdas di dunia. Dari berbagai macam penelitian di laboratorium dan pengamatan secara langsung di habitatnya, laba-laba ini menunjukkan hal yang sangat mengagumkan.
Para ilmuwan telah mencoba macam-macam kasus sederhana kepada laba-laba ini untuk mengetahui sampai sejauh mana ia dapat memecahkan masalahnya. Terbukti laba-laba ini dapat menghafal ritme yang diberikan para ilmuwan, bahkan ia dapat mengingat secara selektif target apapun yang diberikan.

9. Tikus

Jika kita menggemari film seperti Tom and Jerry, tentunya kita mengetahui kejahilan Jerry mengganggu Tom. Terlihat di film itu bahwa kucing ternyata lebih bodoh daripada tikus. Tapi itulah kenyataannya (pengalaman saya memiliki kucing). Tikus adalah salah satu makhluk pintar dan cerdik yang populer digunakan sebagai binatang uji coba laboratorium.
Tikus memiliki psikologi yang hampir mirip dengan manusia. Mereka dapat merasa stress, sedih, gembira, bahkan menyesal. Tikus juga dapat bermimpi layaknya manusia dan mempelajari hal-hal yang baru. Kecerdasannya banyak digunakan untuk mengenali berbagai jenis makanan berbahaya, penyakit, bahkan ranjau darat!
Salah satu kemampuan yang mengesankan dari tikus bagi manusia adalah memecahkan labirin dengan kecepatannya, bahkan jarang sekali ada manusia yang bisa seperti itu.

8. Burung Gagak

Kembali soal film. Jika tikus banyak digambarkan sebagai makhluk yang pintar di film, sebaliknya bagi Gagak. Hollywood sering menggambarkan gagak sebagai makhluk bodoh yang bahkan tidak tau kalau orang-orangan sawah hanyalah boneka. Tapi Hollywood sepenuhnya salah! Justru gagak adalah salah satu unggas paling cerdas yang pernah diciptakan.
Gagak hidup berkelompok dan bersifat sangat sosial terhadap sesamanya. Mereka bahkan menunjukkan hal-hal yang luar biasa pada aktivitas mereka sehari-hari. Dari pengamatan langsung di habitat gagak di daerah Palestina menunjukkan bahwa gagak mengaplikasikan berbagai alat buatan mereka sendiri sebagai alat bantu kehidupan mereka. Mereka membuat pisau dari rerumputan keras untuk memetik buah, menggunakan remah-remah roti untuk memancing ikan keluar, atau menunggu mobil-mobil yang lewat untuk kemudian mencuri makanan yang ditaruh di atap mobil.
Pada sebuah kisah tentang Habil dan Qabil (anak-anak Nabi Adam), Allah memerintahkan kepada Qabil untuk memakamkan saudaranya seperti gagak memakamkan sesamanya.

7. Anjing Border Collie

Border Collie adalah salah satu jenis anjing yang berasal dari Skotlandia, dan disebut-sebut sebagai anjing terpintar di dunia. Di tempat asalnya, anjing ini digunakan manusia untuk menggembalakan ternak.
Border Collie dapat memecahkan masalah-masalah rumit yang ia temui saat menggembalakan ternak. Menggembalakan ternak adalah hal yang sulit bagi manusia yang tidak terbiasa, namun Border Collie dapat mempelajarinya dengan cepat.
Anjing ini juga sering dipakai dalam pelacakan dan bantuan untuk SAR pada bencana alam yang sulit untuk dilacak dengan teknologi. Penciuman dan intuisinya yang luar biasa lah yang membuat anjing ini menjadi berguna bagi manusia.

6. Gurita

Semua jenis cumi atau makhluk bertentakel diketahui memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah, tetapi untuk gurita adalah luar biasa! Makhluk kedalaman laut ini memiliki otak yang cukup besar dengan sensor syaraf yang memungkinkan bagi mereka untuk berpikir secara cepat.
Dari berbagai percobaan yang diberikan ilmuwan, misalnya menaruh kepiting di dalam toples, gurita dapat membuka dan menangkapnya. Terkadang bahkan mereka dapat ditemukan di dalam lambung kapal sedang menangkap kepiting.
Gurita terbesar yang pernah ditemukan seberat 273 kilogram dan dengan rentang tubuh mencapai 30 meter!

5. Kakatua Abu-Abu Africa

Pertama kali menonton video tentang Einstein sang kakatua abu-abu yang cerdas di Animal Planet, saya sangat terkesan. Betapa tidak, jika kakatua yang biasa kita tau hanya dapat menirukan perkataan manusia, kakatua yang satu ini bahkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan. Tentunya hal itu perlu latihan terlebih dahulu.

Para ilmuwan yang meneliti mereka mengatakan bahwa kakatua jenis ini adalah kakatua terpintar di dunia, atau mungkin tidak berlebihan apabila disebut burung paling cerdas di dunia.
Kakatua ini dapat mengenali puluhan pertanyaan yang berisi kata-kata dari yang sederhana hingga yang hampir rumit, mengenali belasan jenis warna, macam-macam bentuk, dan nilai-nilai numerik yang disajikan. Para ilmuwan yakin burung ini dapat dikembangkan untuk penelitian yang lebih mengagumkan lagi.

4. Gajah

Dari semua jenis gajah yang ada di seluruh dunia ini, baik itu gajah pigmi maupun gajah raksasa, diyakini memiliki kepintaran yang sama. Gajah memiliki berbagai macam indera yang tajam, terutama pendengaran dan memorinya. Otak gajah merupakan otak terbesar dari semua makhluk darat yang hidup saat ini.
Kemampuan memori gajah dapat dibuktikan dari bagaimana mereka mengingat rute dan jarak tempuh perjalanan mereka, mengingat anggota satu koloni, dan kemampuan mereka membedakan panggilan untuk masing-masing gajah lainnya. Gajah bahkan dapat memanggil gajah lainnya dalam jarak berkilo-kilo meter dengan suara teriakan, suara terompet, atau dengan panggilan melalui tanah.
Gajah pun memiliki psikologi yang hampir mirip dengan manusia, mereka dapat tertawa, menangis, dan marah. Tidak heran gajah banyak dijadikan lambang kebijaksanaan oleh beberapa budaya tua di dunia. Di Sekolah Gajah di Lampung, gajah dilatih untuk dapat mengenali berbagai bentuk, melakukan atraksi, dan bahkan melukis gajah lainnya!

3. Monyet Rhesus

Terkadang kita menganggap semua jenis monyet itu sama-sama pintar, hal itu disebabkan karena mereka mudah untuk dilatih. Tetapi para ilmuwan berpendapat lain. Monyet Rhesus adalah monyet yang dianggap paling cerdas di dunia. Habitat monyet ini banyak terdapat di Asia daratan, terutama di Afghanistan, China, dan India.
Monyet Rhesus banyak digunakan oleh para ilmuwan untuk membantu berbagai penelitian. Diantara berbagai penelitian yang menggunakan monyet ini salah satunya adalah misi pengiriman monyet ke luar angkasa. Oh iya, kita harus bisa membedakan antara monyet dan primata lainnya, karena mereka semua berbeda.
Selain memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, Monyet Rhesus ini juga memiliki kecenderungan psikologis yang mirip dengan manusia, bahkan mereka dapat bunuh diri jika putus asa!

2. Lumba-Lumba Hidung Botol

Keluarga mamalia laut memang terkenal memiliki kecerdasan yang luar biasa. Mereka mudah dijinakkan dan dilatih oleh manusia. Di antara banyak mamalia laut yang cerdas tersebut, lumba-lumba hidung botol adalah yang paling cerdas.
Otak lumba-lumba jenis ini lebih besar daripada otak lumba-lumba lainnya. Selain itu mereka memiliki koteks serebral 40% lebih besar daripada manusia. Korteks serebral adalah wilayah otak yang berfungsi untuk komunikasi sosial, informasi pengolahan abstrak, pemecahan masalah, dan kecerdasan dalam menerima hal-hal yang baru.
Lumba-lumba menggunakan sonar bunyi yang disebut echolocation untuk mendeteksi mangsa, peringatan bahaya, serta mencari koloninya. Kemampuan inilah yang digunakan oleh Angkatan Laut Amerika (US Navy) dalam berbagai misi penelitian maupun pembersihan ranjau laut.
Oh iya, saat saya mencari tau tentang lumba-lumba ini, saya menemukan sebuah berita tentang seekor lumba-lumba hidung botol yang menyelamatkan paus kecil di perairan Selandia Baru. Sungguh binatang yang suka menolong.

1. Simpanse

Binatang ini sangat populer di Hollywood sebagai “Binatang Film” paling laris selain anjing. Simpanse adalah binatang primata tercerdas di dunia, dan para ilmuwan juga mengakui bahwa mereka adalah binatang paling cerdas di dunia saat ini.
Primata ini berasal dari hutan tropis di Afrika. Mereka hidup berkelompok, bersosialisasi dengan sesama, bahkan berorganisasi. Mereka adalah makhluk yang menunjukkan aktivitas menyerupai manusia purba. Mereka dapat membuat tombak untuk berburu kelinci dalam lubang, memetik buah dengan galah, memecahkan kacang dengan batu, bahkan memancing ikan dengan cabang pohon!
Seorang profesor dari Primate Research Institute of Kyoto University bernama Tetsuro Matsuzawa, mendedikasikan hidupnya untuk meneliti simpanse ini. Beliau mengatakan bahwa simpanse bahkan dapat mengalahkan para sarjana matematika Jepang pada saat tes memori angka 1-9. Tentunya tes memori yang dimaksud dibuat serumit mungkin dan dengan kecepatan tinggi

Pengertian , Sistem Permainan Judi dan Macam Macam Judi

Pengertian , Sistem Permainan Judi dan Macam Macam Judi


Pengertian , Sistem Permainan Judi dan Macam Macam Judi

Studi Kasus dari Sebuah Desa Tepi Jalan di Banyumas Jawa Tengah

Pendahuluan
Artikel ini adalah tentang bentuk-bentuk permainan judi yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat tani. Artikel ini merupakan bagian dari hasil penelitian lapangan dari Mei sampai Oktober 2007 di sebuah desa di Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian utama yang menaunginya berkenaan dengan dinamika kerja dan penghidupan rumah tangga pedesaan Jawa, khususnya desa pertanian sawah di tepi jalan raya lintas Jawa. Desa Wetankali yang diteliti berada tepi jalan lintas selatan Jawa yang menghubungkan Yogyakarta dan Cilacap.

Di Wetankali, lebih dari 74% lahannya adalah sawah dengan rata-rata luas kepemilikan oleh penduduk

desa hanya 0,2 ha. Rumah tangga tanpa sawah mencapai 57% dan tunakisma absolut 22%. Sekitar 40% penduduk dewasa adalah buruh tani. Dari sekitar 200 ha lahan pertanian, 14% milik desa yang penguasaannya diberikan kepada aparat desa dan hanya 6% saja lahan garapan milik desa yang bisa digarap bergiliran di antara penduduk. Selebihnya, 80%, adalah lahan milik pribadi yang satu-satunya saluran memanfaatkannya melalui pasar lahan (beli-sewa-gadai). Karena harga beli lahan sawah mencapai 200-500 ribu rupiah per ubin (14 m2), maka mereka yang sudah berada di lapisan buruh tani sulit kemungkinannya memiliki lahan garapan. Hanya sekitar 1% penduduk usia dewasa mengandalkan perdagangan, industri kecil, dan usaha kecil-kecilan sebagai sumber nafkah. Kurang dari 1% menerjunkan diri ke dalam kerja-kerja berupah dan self-eksploited di luar pertanian.

Di luar penggolongan sumber-sumber nafkah ‘wajar’ yang normal di atas, ada sebagian orang menghidupi rumah tangganya dengan menerjuni saluran penghidupan ‘tidak wajar’ yang tercakup ke dalam molimo. Jumlah pastinya sulit dipastikan. Namun dapat dikatakan tidak sedikit. Artikel ini hendak mengulas perjudian, baik sebagai permainan maupun sumber penghidupan dalam kehidupan masyarakat petani di Jawa

Metodologi
Dalam penelitian ini perjudian tidak hanya dilihat sebagai bagian dari kegiatan rekreasi petani seperti yang ditekankan Koentjaraningrat, tetapi terutama sebagai salah satu saluran penghidupan yang bagi sebagian orang mungkin sebagai sumber penghidupan pokok. Tujuan pokok penelitian ini semata-mata menggambarkan bentuk-bentuk permainan atau kegiatan judi yang populer sekarang ini serta kedudukannya dalam spektrum saluran penghidupan penduduk desa. Metode etnografis yang dikawal survei serta quisioner digunakan dalam penelitian ini. Survei hanya dimanfaatkan untuk mengetahui latar sosial-ekonomi dari keberadaan kegiatan perjudian. Sedangkan data mengenai wacana, praktek, dan berbagai bentuk perjudian lebih digali lewat wawancara mendalam dengan beberapa informan, baik dari lingkungan pelaku maupun dari penduduk desa yang bukan pelaku namun dianggap mengetahui kegiatan perjudian di sekitarnya. Wawancara mendalam terhadap informan terpilih dilakukan setelah dilakukan terlebih dahulu wawancara biasa terhadap sekitar 20 informan biasa dan penelusuran data umum rumah tangga melalui survei. Pengamatan juga dilakukan untuk beberapa kegiatan perjudian yang ‘relatif terbuka’.

Permainan Judi
Di belakang tembok Pasar Kutocilik ada satu bangunan seperti rumah kediaman yang dimanfaatkan untuk usaha perjudian. Meja-meja lapak pedagang pasar juga merupakan tempat berjudi yang digunakan jika pasar mulai sepi. Bermacam-macam jenis perjudian bisa digelar di tempat ini mulai dari sabung ayam (adu jago), rolet/sintir (menebak angka di papan kayu berputar), koprok (tebak dadu), unclang (melempar gelang rotan ke sebuah botol), gangsing (tebak gambar binatang), dan kocok rokok (tebak gambar kartu remi berhadiah rokok).

Arena perjudian digelar hampir setiap hari. Tapi, arena tersebut biasanya ramai saat hari pasaran Pasar Kutocilik, yaitu Selasa dan Jumat. Secara umum setiap permainan judi memiliki dua jenis pelaku yang terlibat di dalamnya, yakni bandar dan gentho (petaruh). Bandar adalah orang yang mengendalikan permainan judi. Mereka membayar pemenang dan menarik uang taruhan pemain lainnya yang kalah. Peran ini bisa dilakukan oleh satu orang maupun beberapa orang. Dari keenam jenis permainan judi di Pasar Kutocilik tersebut dapat disimpulkan bahwa semuanya adalah judi taruhan. Artinya pemain bertaruh sejumlah tertentu uang atas angka, gambar, atau hewan aduan. Bila taruhannya menang, maka dia akan memperoleh hadiah atau uang yang berlipat kali uang taruhannya. Kelipatan uang bergantung kesepakatan antara petaruh dan bandar judinya.

Di Wetankali, pada dasarnya semua kegiatan yang mengandung permainan atau pertandingan bisa dijudikan. Penduduk desa bisa berjudi dengan permainan kartu sampai berjudi atas pertandingan sepak bola yang diselenggarakan di lapangan desa. Bahkan, rangkaian kegiatan pemilihan kepala desa merupakan salah satu ajang perjudian besar-besaran yang menyertakan peredaran uang ratusan juta rupiah. Pokoknya, segala hal yang mengandung unsur pertandingan menang-kalah bisa dijudikan. Berbagai bentuk perjudian yang ada paling tidak bisa digolongkan menjadi tiga ragam pokok, yaitu judi undian, judi taruhan, dan judi permainan-bertanding. Pemilahan ini sebenarnya tidak bisa diterapkan secara tegas karena seringkali ada semacam tumpang tindih antarberbagai ragam perjudian di dalam satu kegiatan judi. Pemilahan ini sekadar memudahkan pengelompokan.

Yang termasuk judi undian adalah berbagai jenis lotre. Pada pertengahan 1990-an, penduduk ingat hingar-bingarnya Porkas, sebuah praktik judi undian yang didukung negara. Konon hampir setiap Rabu sore hingga tengah malamnya, tidak sedikit penduduk yang silih berganti mendatangi bandar porkas dan SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) di tepi Jalan Raya Kutocilik untuk membeli atau menukar kupon undian. Sekarang, undian porkas dan SDSB sudah tidak ada lagi, tapi praktik judi undian masih dilakukan untuk beberapa jenis lotre. Di Wetankali, ada berbagai jenis lotre mulai dari yang dianggap kecil-kecilan dan dimainkan anak-anak usia sekolah dasar berhadiah telur asin (lotre endog asin) hingga lotre berhadiah motor atau televisi berwarna.

Taruhan pada Pertandingan Olahraga
Dalam judi taruhan, pelaku judi tidak mesti terjun langsung ke dalam permainan atau pertandingan. Permainan atau pertandingan yang menjadi sarana taruhan juga tidak harus berada secara langsung di hadapan penjudi. Dalam bahasa setempat, orang-orang yang mendukung salah satu pihak yang sedang bertanding disebut botoh. Perjudian bisa dilakukan antar-botoh atau antara botoh dan bandar judi. Seperti halnya judi undian, dalam judi taruhan ada unsur tebak-tebakan. Penjudi memilih pihak di antara dua (atau lebih) yang sedang bertanding. Bila pilihannya memenangkan pertandingan, maka dia akan menang.

Apa pun jenis olahraga yang dipertandingkan, judi taruhan bisa diterapkan. Di Wetankali ada tiga jenis olahraga yang populer yaitu sepakbola, sepak takraw, dan bulu tangkis. Dua pertandingan pertama umumnya dilakukan oleh golongan muda dari lapisan sosial menengah ke bawah. Sedangkan bulu tangkis biasanya dilakukan golongan lapisan yang tak lagi muda dari lapisan elit-elit desa.

Ada satu lapangan sepak bola yang juga berfungsi sebagai lapangan upacara dalam agustusan, tempat pemilihan kepala desa, atau tempat diadakannya seni pertunjukan. Dalam beberapa waktu sekali diadakan kompetisi sepakbola antardesa atau antarperkumpulan dari berbagai tempat di sekitaran Wetankali. Pada Agustus-September 2007 diadakan kompetisi sepakbola antarperkumpulan dari berbagai kota kecamatan di Banyumas selatan, Kebumen, dan Cilacap. Ada sekitar 16 perkumpulan yang ikut serta. Acara ini diadakan oleh Paguyuban Wong Kutocilik yang menurut pandangan sebagian orang adalah perkumpulan para pemuda-pemuda bengal dan preman pasar. Konon, diadakannya kegiatan ini pertama-tama adalah sebagai ajang perjudian.

Memang, selain menonton pertandingan beberapa orang biasanya memasang taruhan dengan sesama penonton untuk tim yang didukungannya. Kadang ketua tim yang sedang bertanding juga ikut taruhan mewakili timnya. Taruhan yang dilakukan oleh sesama tim olahraga dikenal dengan istilah maen pinggiran. Biasanya, salah satu perwakilan tim akan menanyakan kepada tim lawan apakah ada pinggirannya atau tidak (maksudnya ada taruhannya atau tidak). Jika disepakati akan ada pinggiran maka masing-masing pihak akan tawar-menawar taruhan. Pertama, salah satu anggota tim akan menanyakan kepada anggota tim berapa besar taruhannya. Hal yang sama juga dilakukan tim lawan. Setelah itu kedua perwakilan bertawar-menawar besarnya taruhan. Jika sudah ada kesepakatan besarnya taruhan, maka kedua tim berjabat tangan sebelum pertandingan di mulai.

Balap Merpati
Selain bisa dijalankan pada pertandingan olahraga, dalam praktinya judi taruhan juga bisa dilakukan dalam adu hewan. Adu hewan yang ada di Wetankali sendiri meliputi sabung ayam (adu jago) dan adu balap merpati (tomprang).

Sampai akhir 1990-an Wetankali terkenal memiliki usaha penangkaran merpati balap yang paling hebat seantero Kutocilik. Usaha itu dijalankan keluarga Cina terkaya yang menjalankan usaha merpati balap sebagai sampingan di antara penghidupan sebagai pedagang penampung hasil bumi. Sekarang usaha peternakan merpati balap yang telurnya saja dihargai 25 ribu rupiah itu bangkrut karena bangkrutnya usaha dagang keluarga tersebut. Meski demikian usaha-usaha serupa yang dijalankan beberapa keluarga Jawa masih bertahan sampai sekarang. Pada musim kemarau akan banyak ditemui orang menggendong sangkar merpati di punggungnya dan mengayuh sepeda ke tanah lapang atau persawahan untuk kemudian melepaskan merpati dari sangkarnya. Taruhan atas merpati balap bisa dilakukan antarpemilik burung atau antar-botoh yang mendukung merpati tertentu yang sedang diadu.

Di Wetankali adu balap merpati disebut omprang atau tomprang. Merpati yang diadu haruslah setara kelasnya. Ada dua kelas merpati, yaitu balap dan lokal. Merpati balap biasanya bertubuh lebih besar dan ringan. Selain itu merpati balap bisa terbang rendah dengan kecepatan tinggi. Dua jenis permainan adu balap merpati didasarkan pada jenis merpatinya, yaitu balapan merpati balap dan balapan merpati lokal.

Balapan merpati balap biasanya dilakukan di tanah lapang yang datar seperti daerah persawahan setelah panen sadhon, lapangan sepak bola, padang gembalaan, dan jalan desa yang sepi lalu-lalang. Tempat-tempat tersebut dipilih karena merpati balap akan terbang rendah (kira-kira 30 cm dari permukaan tanah). Merpati yang mampu terbang di bawah ketinggian rata-rata dianggap lebih istimewa karena bisa lebih cepat mencapai garis akhir lomba. Bila dibandingkan dengan jenis atletik, maka balapan merpati balap adalah jenis sprinternya.

Pada umumnya jarak dari garis start ke garis finish sekitar 500 m atau kurang. Peserta adu balap biasanya berpasangan. Satu orang memegang merpati jantan di garis start atau yang akan diterbangkan dan satu orang lagi di garis finish memegangi merpati betina. Ketika perlombaan dimulai, merpati jantan dilepas disertai teriakan-teriakan dan tepuk tangan orang yang berada di garis start. Pada saat yang sama, merpati betina tetap dipegang sambil dikepak-kepakkan sayapnya (diklepek) sebagai pemancing merpati jantan agar terbang dengan cepat menuju garis finish. Balapan merpati balap jarang diadakan di Wetankali karena tidak mempunyai arena. Penduduk yang ingin mengikutinya harus pergi ke Kulonkali.

Penduduk Wetankali pada umumnya lebih sering mengadakan balapan merpati lokal yang bisa diadakan di mana saja. Jarak yang ditempuh balapan juga lebih jauh. Balapan bisa berjarak antardesa, bahkan bisa pula kecamatan. Dalam balapan jenis ini, merpati balap tidak digunakan karena konon hanya bagus untuk perlombaan jarak pendek. Dibutuhkan jenis merpati yang mempunyai kemampuan nafas panjang dan daya jelajah yang jauh. Kualitas tersebut hanya ada pada merpati lokal. Bila dibandingkan dengan atletik, balapan merpati lokal adalah lari maratonnya.

Seperti juga balapan merpati balap, dalam balapan merpati lokal merpati-merpati jantannya dilepaskan dari tempat tertentu secara bersamaan dan diharapkan mereka akan menuju lokasi yang disepakati peserta perlombaan tempat merpati betinanya berada. Di tempat yang telah disepakati, merpati betina dipegang oleh salah seorang peserta sebagai tanda garis finish. Merpati jantan yang paling cepat kembali ke pangkuan merpati betina, dialah pemenang balapan.

Umur merpati yang bisa dipakai balapan sekitar 1-2 tahun. Merpati lokal bisa dibeli secara langsung di rumah penduduk yang dikenal menangkarkannya. Bisa pula burung-burung itu dibeli di Pasar Kutocilik setiap hari pasaran. Jika membeli di rumah-rumah penduduk, harganya sedikit lebih mahal. Selain karena bisa langsung diuji telebih dahulu, merpati-merpati di rumah peternaknya konon biasanya terpelihara dengan baik karena peternak merpati biasanya juga adalah peminat burung merpati.

Harga seekor merpati lokal jantan yang belum terlatih bisa mencapai 100 ribu rupiah. Untuk betinanya hanya sekitar 25 sampai 30 ribu rupiah saja. Menurut penggemar burung merpati, meskipun di pasar lebih murah (25.000 rupiah sampai 30.000 rupiah) kualitasnya kurang memuaskan. Bisa karena tertipu bentuk fisiknya yang bagus namun tidak mampu terbang cepat atau salah membeli merpati yang sakit. Kalaupun membeli di pasar biasanya merpati yang masih piyik (kecil) untuk dilatih beberapa bulan sampai menjadi merpati aduan. Jenis merpati lokal yang paling mahal adalah gendeng soka. Harga merpati jantan jenis ini bisa mencapai 700 ribu rupiah seekor, itupun yang belum terlatih. Jika sering juara, harganya bisa dua atau tiga kali lipat.

Meski beberapa pemilik merpati aduan mengaku melakukan lomba hanya untuk kesenangan, tidak jarang pemilik merpati mengajak beberapa orang untuk taruhan. Pada umumnya, besaran taruhannya dianggap kecil-kecilan seperti totoan jagung (taruhan jagung pakan merpati) atau dengan uang 20 sampai 50 ribu rupiah saja. Sebutan totoan jagung muncul karena kebiasaan penggemar merpati aduan membawa satu plastik jagung ketika ingin mengajukan tantangan. Jika uang yang digunakan, pemenang biasanya membelanjakan sebagian atau semua uang taruhan untuk membeli jagung. Setiap kilogram jagung (3.000 rupiah) bisa mencukupi tiga pasang merpati (enam ekor) selama tiga hari. Agar bertambah kuat, pemilik burung merpati mencampur jagung dengan beberapa genggam beras merah sebagai makanan tambahan. Harga 1 kg beras merah sekitar 7500 rupiah.

Balapan merpati balap umumnya dikenal sebagai ajang perjudian besar. uang taruhannya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pemain-pemainnya pun kebanyakan orang-orang kaya Kutocilik.

Tabel 1 Nama-nama Jenis Merpati Aduan dan Ciri-cirinya

Jenis

Ciri-ciri


Gambir

Warna coklat, tulang besar, sayap lebar, badan besar, matanya mengkilat

Klawu

Warna abu-abu

Megan

Coklat berbintik, ada juga yang hitam campur coklat

Tritis

Warna hitam polos

Klampis

Hitam keabu-abuan

Pupur

Badan hitam, kepala berbintik putih

Gendeng soka

Warna hitam, sayap lebar, bagian dada menonjol

Blorok

Putih berbintik hitam di leher

Blontang

Warna hitam, lebih kecil dari tritis

Sumber: wawancara, Agustus 2007

Kegiatan memelihara dan mengadu balap merpati merupakan kegiatan laki-laki mulai dari anak-anak usia sekolah dasar sampai orang dewasa yang sudah mempunyai anak atau cucu. Biasanya, adu balap merpati dilakukan pada sore hari. Pemilik merpati atau orang suruhannya sering terlihat menggendong sangkar burung terbuat dari bilah bambu sambil naik sepeda menuju tanah lapang untuk melepas beberapa merpati jantan. Satu sangkar kecil bisa diisi dua sampai empat pasang merpati. Hampir semua orang selalu memasang sejenis peluit khusus untuk burung merpati (sawangan) yang diikatkan di bagian ekor. Pada saat di adu balap, suara peluit merpati menjadi petunjuk pemiliknya untuk segera mengepak-kepakkan sayap merpati betina.

Pada saat latihan balapan, berbagai jenis merpati tersebut bisa diterbangkan secara bersama-sama tanpa melihat kemampuan masing-masing. Tujuannya memang melatih merpati pemula agar mencontoh kecepatan merpati yang sudah sering juara. Resiko latihan terbang ini adalah kehilangan merpati-merpati pemula karena tersesat. Hal ini sering terjadi jika jaraknya terlalu jauh. Jika merpati hilang ditemukan orang, maka pemiliknya harus menebus, tidak bisa langsung diminta meskipun milik sendiri. Biasanya ditebus setengah harga. Kalau belinya 60.000 rupiah ditebus 30.000 rupiah. Agar mudah dikenali pada saat tersesat, kaki merpati dipasang gelang alumunium bertuliskan nama dan alamat pemiliknya.

Sabung Ayam
Sabung ayam atau adu jago cukup populer di Wetankali dan sekitarnya. Namun, karena kepala desa Wetankali sebelum sekarang adalah seorang santri, maka sejak 1997 hampir-hampir tak terdengar praktik sabung ayam dilakukan di dalam lingkungan desa. Sekarang, setelah sang kepala desa yang santri itu lengser dan diganti oleh kepala desa yang bukan santri, mulai ada lagi kegiatan sabung ayam meski masih tetap tidak begitu terbuka betul-betul.

Seorang penggemar judi sabung ayam sejati haruslah juga seorang yang ahli dalam soal perjagoan. Mereka biasanya memiliki beberapa ekor ayam jantan (jago) bangkok aduan. Menurut salah seorang di antara mereka, ciri jago bangkok aduan yang baik adalah tulang kakinya kering dan keras (mlingkir). Jago bangkokmlingkir selalu memiliki taji (jalu) yang sangat pejal sehingga bisa melukai jago lain dengan cukup parah. Selain itu, jago bangkok yang baik mempunyai kerongkongan besar yang menandakan tingkat ketahanan bernafasnya yang panjang. Nafas yang panjang sangat diperlukan dalam pertandingan sabung ayam karena pertandingannya sendiri bisa saja berlangsung berbabak-babak sebelum salah satu jago melarikan diri sebagai tanda kalah.

Seekor jago aduan yang baik juga memiliki tulang dan otot ekor serta sayap yang pejal. Tulang dan otot ekor pejal ini penting untuk keseimbangan dan kekuatan hantaman ayam ketika bertarung. Selain itu, matanya harus baik. Mata jago bangkok yang baik salah satunya adalah jawabening berwarna cerah. Jago bangkok dengan ciri-ciri tersebut, meski belum berpengalaman dalam pertarungan dihargai 100-200 ribu rupiah. Seandainya sering menang, harganya bisa cepat meninggi sampai jutaan rupiah. Namun jika kalah, orang bisa membelinya seharga seekor ayam kampung, yaitu 30-50 ribu rupiah.
Sabung ayam pada umumnya dilakukan di sebuah arena khusus yang disebut kalangan. Ada juga yang menyebut arena pertandingan dengan tobong. Kalangan adalah semacam tempat lapang tempat ayam-ayam diadu. Petaruh atau sekadar penontong mengelilingi arena pertandingan. Pada saat sabung ayam dimulai hanya ada satu orang di dalam kalangan, yakni wasit yang bertugas menghentikan pertandingan bila waktu istirahat yang disepakati sudah dicapai atau ketika salah satu ayam sudah lari (pecuk).

Di setiap pertandingan yang bisa memakan waktu 10 sampai 30 menit, ada jeda-jeda istirahat yang digunakan pemilik ayam untuk memberi minum dan membasuh luka jagonya dengan air (dibanyoni). Orang yang boleh menjadi wasit adalah orang-orang yang dianggap pandai dan berpengatahuan luas dalam hal ayam aduan dan sabung ayam. Mereka tidak hanya berpengetahuan dari pengalaman langsung, tapi juga memahami ‘filosofi’ sabung ayam yang biasanya diperoleh dari kitab-kitab primbon. Selain dibayar oleh bandar yang memiliki tempat sabung ayamnya, wasit biasanya mendapat persenan (komisi) dari pemilik ayam yang menang aduan.

Arena sabung ayam biasanya di buka untuk dua hingga empat kali pertandingan dalam sehari bergantung pada lama-tidaknya pertandinangan. Petaruh dalam adu jago bukan hanya mereka yang ayamnya sedang diadu. Pemilik arena yang juga bandar judi menerima pasang taruhan dari para penonton. Penonton sabung ayam yang ingin memasang taruhan tinggal memberi kode ke bandar. Bandar atau orang suruhannya akan mencatat besar taruhan dan bertaruh untuk ayam yang mana (botoh). Di tepi kalangan ada papan tulis tempat ditulisnya nama-nama ayam yang akan bertarung dan daftar petaruh yang bertaruh dalam nilai jutaan.

Sebelum pertandingan dimulai, para pemilik ayam aduan atau petaruh besar yang akan bertaruh jutaan rupiah harus mengeluarkan muka sebesar 200 ribu rupiah yang sebagiannya digunakan untuk uang keamanan. Jumlah tersebut tidak begitu besar dibandingkan keuntungan yang diperoleh kalau menang taruhan. Selain itu, harga ayam yang pernah menang aduan bisa naik sampai lima kali lipat. Prinsipnya, bandar sabung ayam harus berkorban terlebih dahulu untuk uang keamanan agar tidak digerebek polisi.

Uang keamanan diserahkan kepada polisi melalui perantaraan ketua preman yang menjadi kaki tangan bandar. Pemberian uang keamanan tersebut memberikan jaminan bisa bermain dengan tenang. Jika sewaktu-waktu ada penggerebekan, ketua preman tersebut akan menjadi semacam perantara antara bandar judi dengan aparat keamanan. Kalau jumlah uang sogokan masih kurang, preman akan meminta bandar judi untuk membayar lebih banyak lagi. Bagi bandar sabung ayam hal seperti itu sudah biasa. Selain itu, resiko digerebek lebih berat karena semua ayam aduan yang harganya jutaan rupiah akan disita polisi. Jaminan keamanan yang diberikan preman kepada bandar judi adalah mengaku sebagai penanggung jawab arena judi jika sewaktu-waktu terjadi penggerebekan. Artinya, premanlah yang tetap tinggal di tempat judi untuk ditangkap sementara bandar, pemilik ayam, dan petaruh lainnya bisa kabur. Resiko dipenjara karena tertangkap polisi tidak begitu dihiraukan para preman. Karena, selain paling lama hanya beberapa minggu, tidak jarang pula dia bisa cepat keluar karena ditebus oleh bandar judinya.

Judi Dadu
Selain jenis-jenis judi taruhan di atas, judi dadu merupakan pemainan judi yang paling populer di Wetankali dan sekitarnya. Ada dua jenis permainan judi dadu berdasarkan ukurannya, yakni kipyik untuk dadu berukuran kecil yang dikocok dengan batok kelapa atau dua telapak tangan dan judi koprok untuk dadu berukuran besar yang dikocok dengan kaleng biskuit berbentuk tabung. Baik kipyik maupun koprok memiliki karakteristik dan peraturan yang sama. Dalam permainan, ada tiga buah dadu. Di masing-masing dadu bersegi enam ada enam tampilan angka yang ditandai jumlah titik-titik dari satu sampai enam. Dua dadu berwana dasar hitam dan satu berwarna merah. Warna titik-titik angkanya sendiri diberi warna putih.

Selain dadu, peralatan permainan lainnya adalah selembar kain selebar 1x1,5 m. Dalam permainan, kain dengan enam blok angka atau lapak ini dibentangkan. Angka yang terdapat dalam setiap blok juga digambar dalam bentuk bulatan-bulatan sama dengan angka yang ada di dadu. Lapak ini (biasanya di cat dengan warna mencolok) disediakan sebagai tempat para petaruh (gentho) memasang uang taruhan.

Prosesnya permainannya adalah sebagai berikut cukup sederhana. Mulanya, dadu dikocok-kocok oleh bandar. Setelah dikocok batok atau kaleng pengocok ditangkupkan. Bandar kemudian menawarkan kepada petaruh untuk memasang uang taruhan. Petaruh memasang taruhan dengan cara meletakkan sejumlah uang di salah satu blok angka yang tersedia di lapak. Beberapa saat kemudian, setelah semua petaruh memasang taruhannya, bandar membuka wadah pengocok. Angka yang tampil itulah yang menunjukkan siapa pemenang taruhan dalam putaran tersebut. Pemenangnya adalah petaruh yang angka pilihannya cocok dengan angka dadu yang tampil. Bandar akan menarik semua uang dari petaruh yang kalah dan membayar langsung sejumlah kali lipat uang petaruh yang menang.

Dalam permainan judi dadu, di sisi bandar ada tiga orang petugas dengan tugas yang berlainan, yaitu petugas pengocok dadu, pencatat, dan pengawas atau pengatur keluar-masuk uang taruhan. Salah satu atau semua petugas tersebut bisa saja adalah orang yang dipekerjakan oleh bandar pemilik uang.

Tabel 2. Sistem Taruhan dalam Judi Dadu

Sistem Taruhan

Kelipatan perolehan bila menang (kali lipat)

Dana

1

Apit

5

Dames abang

5

Dames ireng

15

Riting

25

Sumber: wawancara Agustus 2007

Selain taruhan tebak angka secara umum di atas (dana) yang pemenangnya hanya akan memperoleh satu kali lipat dari jumlah taruhan, dalam judi dadu ada beberapa jenis taruhan khusus yang pemenangnya bisa memperoleh berkali-keli lipat. Pertama adalah sistim dames atau menebak angka ditambah warna dadunya sekaligus. Seperti sudah disebutkan, ada dua dadu hitam dan satu dadu merah. Bila petaruh tepat menebak keluarnya suatu angka sekaligus dengan warnanya, maka dia akan mendapat berlipat-lipat uang taruhannya. Bila petaruh menebak angka berlatar merah, maka dia akan memperoleh 5 kali lipat taruhan. Sedangkan bila petaruh memilih untuk menebak angka berlatar warna hitam, dia akan memperoleh 15 kali lipat taruhan.

Kedua adalah sistim riting yakni menebak tiga angka yang muncul dari tiga dadu sekaligus. Sistim ini paling besar kelipatan hadiahnya. Tentu saja dengan resiko kemelesetan yang paling besar pula. Bila petaruh memilih sistim riting dan taruhannya tepat, maka dia akan mendapatkan 25 kali lipat uang taruhan. Dalam sistim riting, petaruh bisa memilih menebak angka-angka kecil (1, 2, 3) atau biasa disebut asor (bawah) atau memilik menebak angka-angka besar (4, 5, 6) atau biasa disebut dhuwuran (atas).

Dalam judi dadu sistim yang paling populer adalah apit atau tebak dua angka. Pemenangnya akan memperoleh 5 kali lipat jumlah taruhan. Sedangkan sistim dames dan ritingsistim ini. jarang dipilih karena resikonya dianggap terlalu besar. hanya penjudi-penjudi yang sudah berpengalaman dan bermodal besar yang berani memilih dua

Selain keempat jenis permainan dalam judi dadu di atas, ada pula permainan yang disebut musing. Dalam sistim ini, petaruh berperan sebagai bandar atas petaruh-petaruh lainya dan bandar dalam sekali putaran. Bila tidak ada satu pun petaruh yang menebak dengan tepat, maka semua uang taruhan yang ada di lapak menjadi milik pemusing. Sebaliknya, bila ada petaruh yang menebak tepat, maka dialah yang membayarkan uang hadiahnya.

Selain belakang tembok Pasar Kutocilik (dan konon juga di beberapa pasar lainnya di sekitar Wetankali), judi dadu biasanya digelar di sekitar penyelenggaraan pesta atau hiburan seperti pertunjukan wayang kulit, pasar malam, atau panggung dangdut. Tempat perjudiannya tidak sulit ditemui. Kita cukup berkeliling dalam radius 25-50 meter dari pusat keramaian dan bila menemui segerombol orang mengerumuni cahaya cempor (lampu minyak) di tempat-tempat yang agak gelap, maka hampir pasti di situlah lapak-lapak judi dadu dibuka.

Meskipun banyak orang yang terlibat (mulai dari 5 sampai 15 orang di satu lapak), suasana lapak judi dadu tidaklah berisik. Kecuali, tentu saja, jika ada penggerebekan oleh aparat keamanan. Tidak jarang juga ditemui knak-kanak usia sekola dasar yang ikut bertaruh uang receh pecahan 500 rupiah. Mereka sering kali diusir baik oleh bandar maupun botoh karena dianggap menyesak-nyesakan tempat saja. Namun, selalu saja ada beberapa anak yang membandel dan bertahan beberapa waktu. Untuk mengusir kanak-kanak ini, tidak jarang petugas bandar mengembalikan uang taruhan mereka sambil memberikan satu atau dua koin receh dan meminta secepatnya angkat kaki dengan roman muka yang tampak marah.

Persaingan antarbandar judi dadu cukup ketat. Dalam satu lokasi bisa ada lima sampai tujuh lapak berbeda. Oleh karena itu, dalam permainan dadu, bandar judi biasanya mempunyai seorang petugas rahasia yang dikenal dengan sebutan cumbu. Tugas cumbu adalah berpura-pura sebagai petaruh ketika lapak mulai dibuka atau ketika lapak sepi dari pengunjung. Maksudnya untuk memancing orang-orang yang lalu-lalang agar masuk arena judi dan bertaruh. Selain itu, cumbu juga bertugas membuat petaruh sedemikian rupa tidak beranjak dari tempat perjudian.

Maen Kertu
Berjudi dengan sarana permainan kartu (maen kertu) boleh dikatakan merupakan bentuk perjudian yang lazim dilakukan. Kartu yang dimainkan biasanya adalah kartu domino (gaple) dan kartu remi. Beberapa kali juga ditemui sekumpulan orang memainkan kartu Jawa (ceki) Tukang becak yang mangkal di mulut jalan masuk desa, biasa melakukannya di suatu tempat agak tersembunyi di dekat tempat mangkalnya. Beberapa orang juga memainkannya di tempat tersembunyi di samping gedung koperasi yang tidak kebetulan dekat dengan pabrik penggilingan serta toko bahan bangunan tempat mereka biasa dipanggil untuk menjadi kuli angkut.

Dilihat dari besaran uang yang dipertaruhkan, maen kertu bisa dikatakan judi kecil-kecilan atau sekadar untuk menghabiskan waktu luang. Tapi ada satu pandangan bahwa semakin mudah dan cepat siklus permainannya, maka semakin besarlah taruhannya. Kartu domino umumnya digunakan untuk dua jenis permainan saja, yaitu gaple dan kiu-kiu. Kartu Jawa hanya untuk kiu-kiu. Sedangkan kartu remi bisa digunakan untuk 5 jenis permainan yang berbeda-beda.

Permainan kartu juga sering dimainkan oleh laki-laki di malam-malam menjelang pesta pernikahan atau sunatan. Permainan kartu ini diadakan di rumah pelaksana pesta dan dianggap sebagai kebiasaan yang lumrah bila ditambah dengan taruhan kecil-kecilan. Selain menjelang pesat pernikahan atau sunatan, pada malam-malam slametan lahir atau meninggalnya anggota suatu keluarga juga merupakan waktu yang wajar dimanfaatkan untuk bermain kartu. Pada malam hari beberapa laki-laki dewasa mengadakan melekan atau semacam berjaga-jaga semalam suntuk. Meski tidak semua laki-laki yang hadir (sekitar 7 sampai 15 orang) berkumpul untuk bermain kartu, tapi sudah menjadi pemandangan biasa bila ada satu atau dua kelompok empat orangan yang bermain kartu.

Perjudian dengan sarana kartu yang dilakukan secara serius dan melibatkan jumlah taruhan di atas ratusan ribu jarang terdengar. Namun, penduduk mempunyai istilah untuk kegiatan itu, yaitu masang meja. Masang meja hanya dihadiri segelintir orang dari lapisan elit desa dari berbagai desa di Kutocilik. Konon ada pula yang datang dari kota sekitar. Kegiatan ini dilakukan di dalam rumah salah satu peserta judi dan arena judi tertutup bagi orang biasa. Sampai akhir penelitian, tidak ada peneliti yang betul-betul tahu siapa pelaku-pelaku judi kartu serius ini.

Analisis dan Kesimpulan
Dalam masyarakat petani, berjudi, mengadu ayam, dan menghisap tembakau seolah-olah merupakan bagian dalam kehidupan mereka. Perjudian memang sudah dikenal sejak lama. Konon, orang tua angkat Ken Arok, salah seorang pahlawan Jawa yang mendirikan Kerajaan Singosari pada abad ke-13, adalah penjudi dan Ken Arok dididik dalam lingkungan kabotohan (tempat kegiatan judi). Disebut-sebut dalam Pararaton, Ken Arok adalah jagonya dalam ‘permainan saji’ (Tjan Tjoe Siem 1988: 133).

Dalam etnografi kebudayaan Jawanya, Koentjaraningrat, seorang ahli antropologi Jawa pertama, menyatakan bahwa berjudi merupakan “...suatu kebiasaan buruk yang banyak dimiliki oleh para petani Jawa..., (yaitu) jenis rekreasi yang umum... yang dilakukan sejak sore sampai larut malam” (Koentjaraningrat 1984: 211-2). Tidak hanya di kampung halamannya, orang Jawa juga gemar bermain kartu di tanah rantau. Dalam hasil penyelidikan sejarahnya tentang para buruh tambang di Sawahlunto, Erwiza Erman (2002: 10) menemukan bahwa berjudi, gamelan, dan opium merupakan tiga serangkai hiburan utama di kalangan buruh tambang (laki-laki) asal Jawa. Meskipun kapan tegasnya orang Jawa mengenal berbagai macam permainan judi sulit dipastikan, namun masuknya Islam tidak kemudian menyurutkan keberadaannya.

Dalam hal jender, meskipun tidak tegas pemilahan mana permainan untuk laki-laki dan mana jenis untuk perempuan, seperti halnya merokok di muka umum, hampir semua bentuk permainan judi berjender laki-laki. Tidak banyak ditemukan perempuan terjun dalam permainan judi. Terutama untuk jenis-jenis permainan ‘yang keras berdarah-darah’ seperti sabung ayam. Untuk judi dadu berbandar dan mempertaruhkan uang, perempuan juga tidak terlibat langsung. Paling-paling, ada toleransi bagi anak-anak perempuan untuk main kartu yang tergolong dolanan (mainan) bila di tangan mereka.

Di dalam kehidupan orang Jawa, bermain kartu untuk bertaruh biasa dilakukan pada malam-malam sebelum perhelatan keluarga. Permainan kartu yang tidak diiringi pertaruhan hampir tidak dikenal. Kalau tidak uang yang dipertaruhkan, maka yang kalah pun harus mengerjakan sesuatu pekerjaan sebagai hukuman. Dalam banyak folklore yang juga menggambarkan kegiatan-kegiatan perhelatan, hampir selalu ada gambaran mengenai kaum laki-laki, baik yang muda maupun yang tua, bermain judi kartu. Permainan dilakukan antara tuan rumah dengan para tetangga atau di antara para tetangga yang datang untuk ikut berjaga-jaga semalam suntuk (melekan). Yang muda mengelompok sendiri terpisah dengan mereka yang tua. Bermain kartu seolah sudah menjadi ritual (Heringa 1997: 367). Melekan atau tidak tidur semalaman untuk berjaga-jaga dilakukan pada hampir semua pesta ritus peralihan (rite de passage). Melekanmelekan merupakan salah satu tanda kedudukan penyelenggara perhelatan di mata tetangganya. dengan permainan kartunya dilakukan ketika ada bayi lahir, ada anak sunatan, ketika ada pesta kawin, bahkan ketika ada yang mati. Ramai-tidaknya kegiatan

Permainan judi yang dilakukan demi uang juga mengenal semacam pembagian kerja. Di lapisan atas adalah para bandar yang menyediakan modal dan umumnya tidak terjun langsung dalam permainan. Merekalah aktor di belakang layar di setiap kegiatan judi serius. Di bawah bandar ada bandar-bandar permainan yang dipercaya oleh bandar yang sebenarnya untuk memutar modal dan meraih untung. Para bandar permainan terjun langsung ke dalam permainan, berhadapan dengan dengan para petaruh. Mereka diupah atau memperoleh bayaran bagi-hasil sesuai kesepakatan dengan bandar. Para bandar sering pula dibantu beberapa asisten yang diupah harian atau berdasarkan komisi saja. Di samping bandar permainan dan asistennya, ada pula ‘petugas keamanan’ yang terdiri dari beberapa orang preman yang diupah oleh bandar sebagai penjaga ketertiban di arena judi sekaligus penghubung dengan aparat keamanan yang meminta jatah uang keamanan. Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan penghidupan, perjudian merupakan suatu kegiatan ‘produksi’ di sektor keuangan. Ada hubungan ‘produksi’ di dalamnya. Bagi sebagian orang hubungan produksi tersebut merupakan salah satu sumber atau saluran penghidupan. Kapital ditanamkan oleh para bandar untuk memperoleh laba. Permainannya dikonsumsi, entah untuk melipatgandakan uang yang dipertaruhkan atau untuk kesenangan semata. Di antara keduanya ada ‘pekerja-pekerja’ yang diupah untuk curahan tenaganya. Seperti juga dalam kegiatan produksi lainnya, dalam perjudian ada juga golongan pemungut surplus yang meski tidak mencurahkan apa pun ke dalam kegiatan tetapi ‘merasa’ berhak untuk memungut uang darinya.

Dalam alam pikiran Jawa, bermain judi (main), merupakan salah satu dari lima kegiatan haram (molimo). Selain bermain judi, kegiatan haram lainnya adalah maling (mencuri), madonmadat (menyandu), dan minum (mabuk-mabukan) dan (melacur). Molimo merupakan kegiatan rekreatif yang terlarang sekaligus sumber-sumber penghidupan ‘tidak wajar’ yang lama dikenal dalam masyarakat Jawa. Dalam berbagai penyelidikan arkeologi dan filologi, masyarakat Jawa sudah mengenal perjudian sejak abad ke-8 M. Meski berkedudukan sebagai kegiatan rekreatif yang terlarang, permainan judi masih saja ditemukan di banyak tempat, cocok dengan kesimpulan Tjan Tjoe Siem bahwa “yang oleh undang-undang tak diizinkan, dengan secara gelap masih dilakukan juga. Yang dilarang polisi, dikerjakan di tempat-tempat yang jarang atau sama sekali tidak akan didatangi abdi negara ini (Tjan Tjoe Siem 1988: 131).

Akhirnya, sebagai suatu ‘kebiasaan buruk’, berjudi masih sedikit sekali diselidiki oleh para peneliti sosial dan “kiranya perlu diadakan suatu penelitian khusus untuk mengetahui sampai batas manakah kebiasaan ini sudah berakar dalam diri para penduduk desa” (Koentjaraningrat 1984: 211). Dari hasil penelitiannya di sebuah desa di Jawa Timur, antropolog Denmark Sven Cederroth (1995: 170, 194-200) menemukan bahwa akar dari ‘kebiasaan buruk’ berjudi ini dekat ke persoalan ‘siasat-siasat untuk bertahan hidup’ (strategies for survival) yang menunjukkan betapa beratnya persaingan memasuki saluran-saluran sempit penghidupan ‘halal’ yang disesaki para pencari nafkah pedesaan.

Daftar Pustaka

Cederroth, Sven (1995) Survival and Profit in Rural Java: The Case of an Javanese Village. Nordic Institute of Asian Studies Monograph Series, No. 63. Richmond, Surey: Curzon Press.
Erwiza, Erman (2002) Hidden Histories: Gender, Family and Community in the Ombilin Coalmines (1892-1965). Amsterdam: IIAS/IISG, CLARA Working Paper, No. 13,.
Heringa, Henz (1997) Dewi Sri in Village Garb: Fertility, Myth, and Ritual in Northeast Java, Asian Folklore Studies, 56: 355-377.
Koentjaraningrat (1984) Kebudayaan Jawa. Jakarta: PN. Balai Pustaka.
Tjan Tjoe Siem (1988) Permainan Kartu Jawa, dalam A. Ikram (ed.) Bunga Rampai Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jakarta: Intermasa, hlm. 131-143.

1. Peneliti AKATIGA Pusat Analisis Sosial dan Staf Pengajar pada Jurusan Antropologi Universitas Padjadjaran.
2. Peneliti pada AKATIGA Pusat Analisis Sosial.
3. Dalam kosmologi Jawa, molimo atau ‘lima m’ yang mencakup maling (pencurian), madon (pelacuran), mainmadat (percanduan), dan minum (mabuk-mabukan) merupakan saluran-saluran penghidupan tidak wajar yang berada di dalam alam petheng (dunia gelap).
4. Mengenai sejarah permainan kartu di Jawa lihat Tjan Tjoe Siem (1988)