10 Puisi Perjuangan yg WOW
Kemerdekaan memang sudah didapatkan oleh bangsa kita melalui Perjuangan para Pahlawan
kita yang mempertaruhkan darah, Jiwa dan raganya untuk bangsa kita, dan
saatnya kita mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan menghormati para
Pahlawan kita yang membuat hidup kita terlepas dari sebuah penjajahan,
Terimaksih para para pahlawan kita yang telah merebut kemerdekaan bangsa
ini dari para penjajah, kami hanya bisa mengisi kemerdekaan ini dalam
bentuk sebuah Sajak atau Puisi untuk mengenang jasa-jasamu dan
berikut ini adalah Kumpulan Puisi Perjuangan yang anda bisa Baca.
SATU MIMPI SATU BARISAN
Oleh Wijil Tukul
Di lembang ada kawan sofyan
jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
karena mogok karena ingin perbaikan
karena upah ya karena upah
Di ciroyom ada kawan sodiyah
si lakinya terbaring di amben kontrakan
buruh pabrik teh
terbaring pucet dihantam tipes
ya dihantam tipes
juga ada neni
kawan bariah
bekas buruh pabrik kaos kaki
kini jadi buruh di perusahaan lagi
dia dipecat ya dia dipecat
kesalahannya : karena menolak
diperlakukan sewenang-wenang
Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
kemarin kami datang dia bilang
umpama dironsen pasti nampak
isi dadaku ini pasti rusak
karena amoniak ya amoniak
Di cigugur ada kawan siti
punya cerita harus lembur sampai pagi
pulang lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk 24 jam
ya 24 jam
Di majalaya ada kawan eman
buruh pabrik handuk dulu
kini luntang-lantung cari kerjaan
bini hamin tiga bulan
kesalahan : karena tak sudi
terus diperah seperti sapi
Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
di mana-mana ada neni ada udin ada siti
di mana-mana ada eman
di bandung - solo - jakarta - tangerang
Tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
satu mimpi
satu barisan
Bandung 21 Mei 1992
Puisi Ananda Rezky Wibowo
Indonesia Menangis
bahkan tercabik
dengan hebatnya penguasanya korupsi
tak peduli rakyatnya mengemis
Kesejahteraan tinggallah angan
keadilan hanyalah khayal
kemerdekaan telah terjajah
yang tersisah hanya kebodohan
Indonesiaku, Indonesia kalian
jangan hanya tinggal diam kawan
mari bersatu ambil peranan
sebagai pemuda untuk perubahan...
Puisi Siti Halimah
Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan, jauh ntah kemana ?
Bagaikan pungguk merindukan rembulan,
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan
Pagi yang menjadi malam,
dan Bulan yang menjadi Tahun.
Sekian lama telah menanti,
Dirinya tak jua terlepas.
Andai diriku sang Ksatria,
Aku sudah pasti menyelamatkannya.
Namun semua itu hanya mimpi.
Dirinyalah yang harus berusaha
untuk membawa dirinya pergi dari kegelapan abadi.
INDONESIA, AKU MASIH TETAP MENCINTAIMU
Puisi Ahmadun Yosi Herfanda
Indonesia, aku masih tetap mencintaimu
Sungguh, cintaku suci dan murni padamu
Ingin selalu kukecup keningmu
Seperti kukecup kening istriku
Tapi mengapa air matamu
Masih menetes-netes juga
Dan rintihmu pilu kurasa?
Burung-burung bernyanyi menghiburmu
Pesawat-pesawat menderu membangkitkanmu
Tapi mengapa masih juga terdengar tangismu?
Apakah kau tangisi hutan-hutan
Yang tiap hari digunduli pemegang hapeha?
Apakah kau tangisi hutang-hutang negara
Yang terus menumpuk jadi beban bangsa?
Apakah kau tangisi nasib rakyatmu
Yang makin tergencet kenaikan harga?
Atau kau sekadar merasa kecewa
Karena rupiahmu terus dilindas dolar amerika
Dan IMF, rentenir kelas dunia itu,
Terus menjerat dan mengendalikan langkahmu?
Ah, apapun yang terjadi padamu
Indonesia, aku tetap mencintaimu
Ingin selalu kucium jemari tanganmu
Seperti kucium jemari tangan ibuku
Sungguh, aku tetap mencintaimu
Karena itulah, ketika orang-orang
Ramai-ramai membeli dolar amerika
Tetap kubiarkan tabunganku dalam rupiah
Sebab sudah tak tersisa lagi saldonya!
Jakarta, 1997/2008
Apa yang dapat dilakukan oleh seorang anaknya yang merantau?
Untuk masyarakatnya yang sengsara?
Apa pula gunanya keluh kesah
Seorang penyair yang sedang tidak dirumah?
Seandainya rakyatku mati dalam pemberontakan menuntut nasibnya,
Aku akan berkata "Mati dalam perjuganan lebih mulia dari hidup dalam penindasan"
Tapi rakyatku tidak mati sebagai pemberontak
Kematian adalah satu-satunya penyelamat mereka,
Dan penderitaan adalah tanah air mereka
Ingatlah saudaraku,
Bahwa syiling yang kau jatuhkan
Ke telapak tangan yang menghulur dihadapanmu,
Adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan
Kekayaan hatimu dengan cinta di hati Tuhan.
menjadi seorang pengajar mungkin jalan ku sekarang
tanpa imbalan bahkan orang lain melihat ini percuma
tapi disini aku mewariskan mimpi indah ku kepada mereka
dengan penuh harap aku menjalankannya
mendambakan melihat mereka besar nanti
saat mereka menjadi seorang yang besar
dan itulah saat-saat aku bahagia
karya: Agung Pryanda
PUISI PAHLAWAN
Dengan penuh semangat engkau berjuang
Melawan penjajah, yang menjajah negerimu,
negeri Indonesia
Tanpa rasa takut, engkau perjuangkan negerimu untuk merdeka.
Engkau bersumpah akan memperjuangkan negerimu untuk merdeka,
walaupun engkau harus mati di tangan penjajah
Pahlawanku …
Engkau berhasil untuk memerdekakan negerimu,
negeri Indonesia
Rakyatpun bersorak untuk dirimu
merdeka … merdeka …
Pahlawanku …
Terimakasih …
Jasamu akan kukenang selalu
Puisi Negaraku di pintu Kritis
negaraku seperti rumah sakit
penderang denyut nadi para dewa
penggempur kenikmatan mereka…
atas penghabisan tengkorak-tengkorak kehidupan…
negaraku yang dulu adalah surga
kini telah berubah menjadi kuburan
negaraku begitu terombang-ambing
berasuh janji manis dewa-dewa
kenikmatan bergempur penderitaan
inilah kekritisan negaraku
dewa seperti layaknya iblis
yang hanya mengucap janji
tapi hanya janji kosong
seperti debu yang lenyap…
ketika semua tercapai
negaraku hancur lebur…
dibawah tangan dewa-dewa kerdil..
pelempengan kekuasaan dan uang…
penindak kekerasan dan kematian…
hmmm…
sengsaranya para liliput yang menghias negaraku…
mereka hidup seperti batu karang…
yang hendak di punahkan…
inilah negaraku…
negaraku di pintu kritis….
Karya : Gracia Sari Asinta
PUISI DEMI INDONESIAKU
Kami berdiri bersama..
Menatap langit lazuardi yang membiru..
Ya, hari itu adalah hari yang takkan kulupakan..
21 MEI 1908, kami bertekad untuk satukan Indonesia..
Kami berjuang bersama..
Demi kebangkitan Nusantara..
Meski harus ada yang dikorbankan..
Dan harus ada darah yang ditumpahkan..
Kami takkan gentar..
Hari demi hari kami lalui demi negriku..
Hingga kami, seluruh pemudi pemuda bersatu..
Ikrarkan janji yang suci, Sumpah Pemuda..
‘Tuk majukan Indonesia..
Akhirnya, penantian dan jerih payah kami terbayar..
Dengan bangga, kami mengumandangkan Indonesia Raya..
Sembari menatap Sang Merah Putih yang berkibar..
Menjulang di langit, menembus kegelapan..
Jika sekarang kami ingat hari itu..
104 tahun yang lalu, kami menatap langit bersama..
Kami memimpikan kemerdekaan..
Kami haus akan kebebasan dari penjajah..
Genaplah sudah perjuangan kami..
Banting tulang membangun negeri..
Segenap hati mengucap janji-janji suci..
Kepadamu Indonesia, kami berbakti..
Dengarlah!
Nama Indonesia diteriakkan di seluruh penjuru dunia..
Kami bangsa yang besar!
SEkuat tenaga kami bangkit dari keterpurukan..
Tapi, belum berarti perjuangan kami telah selesai..
Jalan ‘tuk majukan Indonesia masih jauh..
Bahkan semakin terjal hari ke hari..
Akankah kita mampu menghadapinya?
Ataukah kita menyerah sampai disini?
Generasi muda!
Janganlah kau diam saja..
Janganlah kau sia-siakan hidupmu..
Kaulah pilar-pilar negeri ini!
Pejuang bagi Indonesia baru!
Generasi muda!
Bersoraklah! Bangunlah demi Indonesia!!
–Val–
PUISI DIRGAHAYU,INDONESIAKU SAYANG INDONESIAKU MALANG
Assalamu alaikum indonesiaku…
Assalamu alaikum … wahai para pejuang …
Telahkah sampai kabar tentang negeri ini padamu…
Negeri yang kau pertaruhkan dengan jiwa raga
Negeri ini… tak baik-baik saja…
Pertiwi kini menangis menyambut pagi…
Ya, indonesiaku sayang… indonesiaku malang…
Negeri yang penuh anugrah…
Suhanallah … negeri yang sangat indah …
BAPAK JENDERAL SUDIRMAN… apa kabar?
Benarkah engkau pernah ada? Bagaimana sosokmu?
Indah sekali ‘dongeng’ perjuanganmu… tapi…
Semua hanya tertulis dalam buku sejarah,
terpampang pada monumen-monumen kenangan
semangatmu … entah siapa yang mewarisinya
cintamu pada negeri ini … siapa yang melanjutkannya.
Pemimpin kami kini … sangaaat sibuk,
Dengan kilatan sepatu, jas mahal, mobil mewah, istana megah … rambut klimis
Mencari kamera … mengumbar kata bijak …
Itulah wajah indonesia kini…
INDONESIAKU SAYANG INDONESIAKU MALANG
DIRGAHAYU UNTUKMU … jangan jadi sejarah… negriku …
Seperti para pejuangmu …
karya : anie ( DIRGAHAYU INDONESIA )
FB : http://facebook.com/citinurasniati
PUISI PENJAJAH
syukur……..
kupanjatkan padamu tuhan
terimakasih….
kuucapkan padamu pahlawan negeri
berkatmu…..
negera merdeka
bebas dari para penjajah
yang ingin membumihanguskan indonesia
kau berjuan dengan jiwa dan raga
menyerukan kata-kata penuh semangat
berjuang hanya denagan sebatang bambu
namun bukan sembarang bambu yang diraut runcing
inilah….
semangat patriotisme
bersatu padu mengusir penjajah
demi berkibarnya sang merah putih
kau pergi menelusuri pelosok negeri
relakan nyawa dan kehidupan didunia
demi berdirinya sang garuda
kini kau telah tiada
namun perjuanganmu tak telupakan
kini kau tenang dialam sana
kamilah yang akan melanjutkan cita-cita sucimu
semangat bagai kobaran api
selaluu ada dihati penerusmu
saat kau kembali kepangkuannya
kau bawa sejuta kebanggaan di hati
By: Ayu(SPENSA)
NEGERI IMPIAN
Puisi Efoel Lintang
rembulan terbit dari barat, seperti wajahmu yang bulat
seakan menyiratkan yang tak tersurat
dibalik kharisma kemilaunya cahaya yang semburat
menghipnotis hati biar terpikat
lemah gemulai gerakanmu
iringi lagu rindu yang mendayu
sendu tatap matamu menghiba pelepas rindu
tujuh purnama telah kau tunggu
tujuh negeri telah kau lewati
masih belum kau temui apa yang kau cari
diantara bimbangnya hati
apa sebenarnya yang kau cari
tanpa jawab yang kau dapati
bertambah galaulah hati
melihat nasib ini negeri
anak kurang gizi
bergelimpangan bayi mati
ibu-ibu tak punya asi
menggilanya aborsi
merajalelanya multilasi
ditingkahi bobroknya birokrasi ini negeri
lubuklinggau, 18 januari 2012
NEGERI INI
Saat sarafku dipengapkan meja 1/2 biro
Kupahat hatiku itu lagi
Pada prasasti tugu negriku
Agar para pahlawan negri ini
Tak lagi keluhkan sesal
Harus lahir di negri ini
Sudirman-sudirman reformasi
Harus berkembang di negri ini
Sukarno-sukarno reformasi
Harus bangkit di negri ini
Suharto-suharto reformasi
Agar diponegoro tak lagi keluhkan java
Agar wolter monginsidi tak tangisi celebes
Agar Patimura tak sia-siakan maluku
Agar Indonesiaku
Tak lagi tangisanku
berikut ini adalah Kumpulan Puisi Perjuangan yang anda bisa Baca.
![]() |
| Kumpulan Puisi Perjuangan |
Oleh Wijil Tukul
Di lembang ada kawan sofyan
jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
karena mogok karena ingin perbaikan
karena upah ya karena upah
Di ciroyom ada kawan sodiyah
si lakinya terbaring di amben kontrakan
buruh pabrik teh
terbaring pucet dihantam tipes
ya dihantam tipes
juga ada neni
kawan bariah
bekas buruh pabrik kaos kaki
kini jadi buruh di perusahaan lagi
dia dipecat ya dia dipecat
kesalahannya : karena menolak
diperlakukan sewenang-wenang
Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
kemarin kami datang dia bilang
umpama dironsen pasti nampak
isi dadaku ini pasti rusak
karena amoniak ya amoniak
Di cigugur ada kawan siti
punya cerita harus lembur sampai pagi
pulang lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk 24 jam
ya 24 jam
Di majalaya ada kawan eman
buruh pabrik handuk dulu
kini luntang-lantung cari kerjaan
bini hamin tiga bulan
kesalahan : karena tak sudi
terus diperah seperti sapi
Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
di mana-mana ada neni ada udin ada siti
di mana-mana ada eman
di bandung - solo - jakarta - tangerang
Tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
satu mimpi
satu barisan
Bandung 21 Mei 1992
DIBALIK SERUAN PAHLAWANPEMUDA UNTUK PERUBAHAN
Oleh Zshara Aurora
Kabut,
Dalam kenangan pergolakan bumi pertiwi
Mendung,
Pertandakah hujan deras
Membanjiri asa yang haus kemerdekaan
Dia dan semua yang ada menunggu keputusan sakral
Serbu.... Merdeka atau mati.. Allahu Akbar
Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan bambu runcing menyatu
Kau teruskan bunyi-bunyi ayat suci
Kau teriakan semangat juang demi negeri
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk ibu pertiwi..
Kini kau lihat,
Merah hitam tanah kelahiranmu
Pertumpahan darah para penjajah keji
Gemelutmu tak kunjung sia
Lindungan-Nya selalu dihatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia abadi..
Puisi Ananda Rezky Wibowo
Indonesia Menangis
bahkan tercabik
dengan hebatnya penguasanya korupsi
tak peduli rakyatnya mengemis
Kesejahteraan tinggallah angan
keadilan hanyalah khayal
kemerdekaan telah terjajah
yang tersisah hanya kebodohan
Indonesiaku, Indonesia kalian
jangan hanya tinggal diam kawan
mari bersatu ambil peranan
sebagai pemuda untuk perubahan...
PERJUANGAN TAK PASTIPENGORBANAN
Puisi Rhindy Marfiyanti
Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa
Ku coba melangkah ke sana
Tak jua ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu
Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Apa aku di beri sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman
Oh tuhan…….
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan
Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir
Hidupku……….
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan
Puisi Siti Halimah
Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan, jauh ntah kemana ?
Bagaikan pungguk merindukan rembulan,
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan
Pagi yang menjadi malam,
dan Bulan yang menjadi Tahun.
Sekian lama telah menanti,
Dirinya tak jua terlepas.
Andai diriku sang Ksatria,
Aku sudah pasti menyelamatkannya.
Namun semua itu hanya mimpi.
Dirinyalah yang harus berusaha
untuk membawa dirinya pergi dari kegelapan abadi.
PAHLAWAN KU
Puisi Rezha Hidayat
Ohh........ Pahlawan ku
Bagaimana ku bisa
Membalas jasa-jasa mu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi
Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumurkan darah
Haruskah aku tertusuk pisau belati penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas jasa mu
Engkau rela mengorbankan nyawa mu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin
Tak bisa kau raih dengan tangan mu sendiri
Ohh......... pahlawan ku Engkau lah Bunga Bangsa
INDONESIA, AKU MASIH TETAP MENCINTAIMU
Puisi Ahmadun Yosi Herfanda
Indonesia, aku masih tetap mencintaimu
Sungguh, cintaku suci dan murni padamu
Ingin selalu kukecup keningmu
Seperti kukecup kening istriku
Tapi mengapa air matamu
Masih menetes-netes juga
Dan rintihmu pilu kurasa?
Burung-burung bernyanyi menghiburmu
Pesawat-pesawat menderu membangkitkanmu
Tapi mengapa masih juga terdengar tangismu?
Apakah kau tangisi hutan-hutan
Yang tiap hari digunduli pemegang hapeha?
Apakah kau tangisi hutang-hutang negara
Yang terus menumpuk jadi beban bangsa?
Apakah kau tangisi nasib rakyatmu
Yang makin tergencet kenaikan harga?
Atau kau sekadar merasa kecewa
Karena rupiahmu terus dilindas dolar amerika
Dan IMF, rentenir kelas dunia itu,
Terus menjerat dan mengendalikan langkahmu?
Ah, apapun yang terjadi padamu
Indonesia, aku tetap mencintaimu
Ingin selalu kucium jemari tanganmu
Seperti kucium jemari tangan ibuku
Sungguh, aku tetap mencintaimu
Karena itulah, ketika orang-orang
Ramai-ramai membeli dolar amerika
Tetap kubiarkan tabunganku dalam rupiah
Sebab sudah tak tersisa lagi saldonya!
Jakarta, 1997/2008
INDONESIAKU KINI
Puisi Awaliya Nur Ramadhana
Negaraku cinta Indonesia
Nasibmu kini menderita
Rakyatmu kini sengsara
Pemimpin yang tidak bijaksana
Apakah pantas memimpin negara
yang aman sentosa
Oh Indonesia tumpah darahku
Apakah belum terbit,
Seorang pemimpin yang kita cari
Apakah rasa kepemimpinan itu
masih disimpan di nurani
Tertinggal di lubuk hati
Tak dibawa sekarang ini
Rakyat membutuhkanmu
Seorang Khalifatur Rasyidin
Yang setia dalam memimpin
Menyantuni fakir miskin
Mengasihani anak yatim
Kami mengharapkan pemimpin
yang soleh dan solehah
Pengganti tugas Rasulullah
Sebagai seorang pemimpin ummah
Yang bersifat Siddiq dan Fatanah
Andaikan kutemukan
Seorang pemimpin dunia
Seorang pemimpin agama
Seorang pemimpin Indonesia
Hanya Allah Yang Mengetahuinya
Untuk Ibu Pertiwi
Bukit-bukit di negeriku ini tenggelam oleh darah dan air mataApa yang dapat dilakukan oleh seorang anaknya yang merantau?
Untuk masyarakatnya yang sengsara?
Apa pula gunanya keluh kesah
Seorang penyair yang sedang tidak dirumah?
Seandainya rakyatku mati dalam pemberontakan menuntut nasibnya,
Aku akan berkata "Mati dalam perjuganan lebih mulia dari hidup dalam penindasan"
Tapi rakyatku tidak mati sebagai pemberontak
Kematian adalah satu-satunya penyelamat mereka,
Dan penderitaan adalah tanah air mereka
Ingatlah saudaraku,
Bahwa syiling yang kau jatuhkan
Ke telapak tangan yang menghulur dihadapanmu,
Adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan
Kekayaan hatimu dengan cinta di hati Tuhan.
Puisi Seorang Guru
hidup penuh lika-likumenjadi seorang pengajar mungkin jalan ku sekarang
tanpa imbalan bahkan orang lain melihat ini percuma
tapi disini aku mewariskan mimpi indah ku kepada mereka
dengan penuh harap aku menjalankannya
mendambakan melihat mereka besar nanti
saat mereka menjadi seorang yang besar
dan itulah saat-saat aku bahagia
karya: Agung Pryanda
PUISI PAHLAWAN
Dengan penuh semangat engkau berjuang
Melawan penjajah, yang menjajah negerimu,
negeri Indonesia
Tanpa rasa takut, engkau perjuangkan negerimu untuk merdeka.
Engkau bersumpah akan memperjuangkan negerimu untuk merdeka,
walaupun engkau harus mati di tangan penjajah
Pahlawanku …
Engkau berhasil untuk memerdekakan negerimu,
negeri Indonesia
Rakyatpun bersorak untuk dirimu
merdeka … merdeka …
Pahlawanku …
Terimakasih …
Jasamu akan kukenang selalu
oleh : Wina Khairunnisa Fitra
negaraku seperti rumah sakit
penderang denyut nadi para dewa
penggempur kenikmatan mereka…
atas penghabisan tengkorak-tengkorak kehidupan…
negaraku yang dulu adalah surga
kini telah berubah menjadi kuburan
negaraku begitu terombang-ambing
berasuh janji manis dewa-dewa
kenikmatan bergempur penderitaan
inilah kekritisan negaraku
dewa seperti layaknya iblis
yang hanya mengucap janji
tapi hanya janji kosong
seperti debu yang lenyap…
ketika semua tercapai
negaraku hancur lebur…
dibawah tangan dewa-dewa kerdil..
pelempengan kekuasaan dan uang…
penindak kekerasan dan kematian…
hmmm…
sengsaranya para liliput yang menghias negaraku…
mereka hidup seperti batu karang…
yang hendak di punahkan…
inilah negaraku…
negaraku di pintu kritis….
Karya : Gracia Sari Asinta
PUISI DEMI INDONESIAKU
Kami berdiri bersama..
Menatap langit lazuardi yang membiru..
Ya, hari itu adalah hari yang takkan kulupakan..
21 MEI 1908, kami bertekad untuk satukan Indonesia..
Kami berjuang bersama..
Demi kebangkitan Nusantara..
Meski harus ada yang dikorbankan..
Dan harus ada darah yang ditumpahkan..
Kami takkan gentar..
Hari demi hari kami lalui demi negriku..
Hingga kami, seluruh pemudi pemuda bersatu..
Ikrarkan janji yang suci, Sumpah Pemuda..
‘Tuk majukan Indonesia..
Akhirnya, penantian dan jerih payah kami terbayar..
Dengan bangga, kami mengumandangkan Indonesia Raya..
Sembari menatap Sang Merah Putih yang berkibar..
Menjulang di langit, menembus kegelapan..
Jika sekarang kami ingat hari itu..
104 tahun yang lalu, kami menatap langit bersama..
Kami memimpikan kemerdekaan..
Kami haus akan kebebasan dari penjajah..
Genaplah sudah perjuangan kami..
Banting tulang membangun negeri..
Segenap hati mengucap janji-janji suci..
Kepadamu Indonesia, kami berbakti..
Dengarlah!
Nama Indonesia diteriakkan di seluruh penjuru dunia..
Kami bangsa yang besar!
SEkuat tenaga kami bangkit dari keterpurukan..
Tapi, belum berarti perjuangan kami telah selesai..
Jalan ‘tuk majukan Indonesia masih jauh..
Bahkan semakin terjal hari ke hari..
Akankah kita mampu menghadapinya?
Ataukah kita menyerah sampai disini?
Generasi muda!
Janganlah kau diam saja..
Janganlah kau sia-siakan hidupmu..
Kaulah pilar-pilar negeri ini!
Pejuang bagi Indonesia baru!
Generasi muda!
Bersoraklah! Bangunlah demi Indonesia!!
–Val–
Assalamu alaikum indonesiaku…
Assalamu alaikum … wahai para pejuang …
Telahkah sampai kabar tentang negeri ini padamu…
Negeri yang kau pertaruhkan dengan jiwa raga
Negeri ini… tak baik-baik saja…
Pertiwi kini menangis menyambut pagi…
Ya, indonesiaku sayang… indonesiaku malang…
Negeri yang penuh anugrah…
Suhanallah … negeri yang sangat indah …
BAPAK JENDERAL SUDIRMAN… apa kabar?
Benarkah engkau pernah ada? Bagaimana sosokmu?
Indah sekali ‘dongeng’ perjuanganmu… tapi…
Semua hanya tertulis dalam buku sejarah,
terpampang pada monumen-monumen kenangan
semangatmu … entah siapa yang mewarisinya
cintamu pada negeri ini … siapa yang melanjutkannya.
Pemimpin kami kini … sangaaat sibuk,
Dengan kilatan sepatu, jas mahal, mobil mewah, istana megah … rambut klimis
Mencari kamera … mengumbar kata bijak …
Itulah wajah indonesia kini…
INDONESIAKU SAYANG INDONESIAKU MALANG
DIRGAHAYU UNTUKMU … jangan jadi sejarah… negriku …
Seperti para pejuangmu …
karya : anie ( DIRGAHAYU INDONESIA )
FB : http://facebook.com/citinurasniati
PUISI PENJAJAH
Penjajah
Penjajah
Kau begitu kej*m
Kau telah mengh*ncurkan negaraku
Dan kau pula yang meng*n*aya kami
Demi kepentinganmu sendiri
Penjajah
Kau tak berperi kemanusiaan,
Kau tak mempunyai budi pekerti
Kau tega menganiaya dan mempekerjakan kaum yang lemah
Dan kaum yang tidak berd*sa
Penjajah
Mengapa kau begitu benci kepada kami
Sehingga engkau memperlakukan kami seperti bin*tang
Dan engkau pula yang menghanc*rkan negara kami
Sehingga menjadi negara yang kacau balau
Penjajah
Sungguh kej*m kau
Kau tega membuat kami menderita
Di dalam negara kami sendiri
Penjajah
Kau begitu kej*m
Kau telah mengh*ncurkan negaraku
Dan kau pula yang meng*n*aya kami
Demi kepentinganmu sendiri
Penjajah
Kau tak berperi kemanusiaan,
Kau tak mempunyai budi pekerti
Kau tega menganiaya dan mempekerjakan kaum yang lemah
Dan kaum yang tidak berd*sa
Penjajah
Mengapa kau begitu benci kepada kami
Sehingga engkau memperlakukan kami seperti bin*tang
Dan engkau pula yang menghanc*rkan negara kami
Sehingga menjadi negara yang kacau balau
Penjajah
Sungguh kej*m kau
Kau tega membuat kami menderita
Di dalam negara kami sendiri
Karya :khaerul pratama
Puisi Nusantara Merdeka
kupanjatkan padamu tuhan
terimakasih….
kuucapkan padamu pahlawan negeri
berkatmu…..
negera merdeka
bebas dari para penjajah
yang ingin membumihanguskan indonesia
kau berjuan dengan jiwa dan raga
menyerukan kata-kata penuh semangat
berjuang hanya denagan sebatang bambu
namun bukan sembarang bambu yang diraut runcing
inilah….
semangat patriotisme
bersatu padu mengusir penjajah
demi berkibarnya sang merah putih
kau pergi menelusuri pelosok negeri
relakan nyawa dan kehidupan didunia
demi berdirinya sang garuda
kini kau telah tiada
namun perjuanganmu tak telupakan
kini kau tenang dialam sana
kamilah yang akan melanjutkan cita-cita sucimu
semangat bagai kobaran api
selaluu ada dihati penerusmu
saat kau kembali kepangkuannya
kau bawa sejuta kebanggaan di hati
By: Ayu(SPENSA)
NEGERI IMPIAN
Puisi Efoel Lintang
rembulan terbit dari barat, seperti wajahmu yang bulat
seakan menyiratkan yang tak tersurat
dibalik kharisma kemilaunya cahaya yang semburat
menghipnotis hati biar terpikat
lemah gemulai gerakanmu
iringi lagu rindu yang mendayu
sendu tatap matamu menghiba pelepas rindu
tujuh purnama telah kau tunggu
tujuh negeri telah kau lewati
masih belum kau temui apa yang kau cari
diantara bimbangnya hati
apa sebenarnya yang kau cari
tanpa jawab yang kau dapati
bertambah galaulah hati
melihat nasib ini negeri
anak kurang gizi
bergelimpangan bayi mati
ibu-ibu tak punya asi
menggilanya aborsi
merajalelanya multilasi
ditingkahi bobroknya birokrasi ini negeri
lubuklinggau, 18 januari 2012
NEGERI INI
Saat sarafku dipengapkan meja 1/2 biro
Kupahat hatiku itu lagi
Pada prasasti tugu negriku
Agar para pahlawan negri ini
Tak lagi keluhkan sesal
Harus lahir di negri ini
Sudirman-sudirman reformasi
Harus berkembang di negri ini
Sukarno-sukarno reformasi
Harus bangkit di negri ini
Suharto-suharto reformasi
Agar diponegoro tak lagi keluhkan java
Agar wolter monginsidi tak tangisi celebes
Agar Patimura tak sia-siakan maluku
Agar Indonesiaku
Tak lagi tangisanku
WOW 15 Puisi Perpisahan Sekolah
Kita teringat dengan sebuah lantunan
syair dari sebuah lagu yang dibawakan oleh Almarhum Crisye, bahwa
disebutkan dalam penggalan bait lagu tersebut diceritakan "masa masa
yang paling indah yakni masa masa disekolah". karena kita tahu bahwa
Sekolah ini adalah sumber Ilmu dan dimana dan sekolah ini banyak remaja
yang mencari sebuah jati diri.
HAL PERPISAHAN INI
Oleh Chinvaru
Mata yang berkaca-kaca...
Jantung yang berdetak-detuk tak menentu
Pikiran melayang-layang
Itulah terpaan gemuruh rasa dalam hatiku
Yang menemani saat ku tlah terpisah darimu
Waktu ini adalah saat waktu yang menyiksa
Menyiksa dirimu dan diriku
Waktu yang terasa lambat berputar
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui
waktu dimana kita tak bersama-sama lagi
Kini semua hanya tinggal kenangan,
kenangan indah yang tlah kita lalui
Canda-tawa,sedih,kesal,khawatir dan rasa takut terpisahkan
Itulah perasaan yang menggumuli hati kita selama ini dan
rasa takut itu kini tlah menjadi kenyataan.
Aku mengerti kau begitu sakit saat ini
Terpisah dan terpenjara sepi disana
Namun ketahuilah sobat.....
Diri ini jauh lebih sakit merasakan semua ini
Aku bingung dan tak tahu harus bagaimana
Banyak hal yang tak dapat kukatakan dan ku jelaskan
Banyak hal yang tak kau mengerti maksud hati dan semua ini
Maafkanlah... cobalah tuk mengerti dan memahami
ambillah hikmat dari semua ini
Jauhkan rasa dendam dan benci, aku mohon...
Yakin dan percayalah semua ini kan ada hikmat nya
Ketahuilah sobatu,
aku tak akan lupa dan tak akan perrnah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita
Kenanglah sobat......
Dan mungkin hal yang sangat kurang menyenangkan disekolah yakni sebuah
perpisahan dimana perpisahan ini akan membuat kita sedih karena teman
teman yang sudah akrab ataupun guru guru kita, mereka meninggalkan kita
untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.
Dan mungkin dalam perpisahan ini apabila kita mempunyai sebuah sahabat
pastilah kita ingin memberikan sesuatu yang tidak mudah dilupakan baik
barang maupun sebuah perkataan, apabila anda tidak cukup untuk membeli
sebuah barang untuk kenang-kenangan alangkah baiknya anda memberikan
Sajak atau Puisi Perpisahan Sekolah
untuk sahabat terbaik anda maupun dengan guru anda, Baiklah kita
langsung saja untuk membaca Puisi Perpisahan Sekolah dibawah ini.
![]() |
| Puisi Perpisahan Sekolah |
JASAMU JIWAKU
Oleh Ama Gusti Azis
Tetesan keringat jerih payahmu..
Jemari-jemarinya luluh lantakan meja..
Di ajarkannya berdo’a dan bernyanyi…
Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta..
Menegakkan badan menghargai jasanya…
Menuruti langkahnya jejak pun ada..
Jiwanya memberikan pengorbananya..
Tinta-tinta bocor tumpahkan darahnya..
Lembaran pun tersobek-sobek singgasana..
Suaranya menggemakan dunianya…
Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya..
Ku haturkan terima kasih kepadanya…
Wahai guruku…jiwaku…
Tanpamu aku tak akan bisa terbang hingga ke langit
Permata indah, indahkan cinta…
Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku..
Terima kasih guruku…
Oleh Ama Gusti Azis
Tetesan keringat jerih payahmu..
Jemari-jemarinya luluh lantakan meja..
Di ajarkannya berdo’a dan bernyanyi…
Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta..
Menegakkan badan menghargai jasanya…
Menuruti langkahnya jejak pun ada..
Jiwanya memberikan pengorbananya..
Tinta-tinta bocor tumpahkan darahnya..
Lembaran pun tersobek-sobek singgasana..
Suaranya menggemakan dunianya…
Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya..
Ku haturkan terima kasih kepadanya…
Wahai guruku…jiwaku…
Tanpamu aku tak akan bisa terbang hingga ke langit
Permata indah, indahkan cinta…
Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku..
Terima kasih guruku…
CELOTEHAN PENA
Oleh Thiany Sii Grey Cappucino
Dalam puing-puing dedaunan.
Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.
Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan , dalam butiran do’a.
Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya__sebuah perjumpaan.
Denyut nadi tak bisa berhenti.
Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.
Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu-lalang.
Itulah seumpamanya.
Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,
Yap...lebih tepatnya sebuah keakraban.
Lajur kehidupan memang di takdirkan untuk berputar , begitu pula alur cerita ini__perjumpaan.
Sekian Lama tinggal di bukit suka.
Kini aku terjatuh , jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.
Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu__duka dan sakit.
Tertatih , tapi bukan seras pedih
Selayaknya mentari yang selalu menyinari , aku masih terus berfikir.
Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan ??
Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.
Malam berlalu.......
Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagiaku.
Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.
Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun , hujan bagaikan tangisanku.
Bagian dari suasana hatiku.
Hujan berhenti.....Tahukah kau bintang....?
Tersadar akan ini , tak perlu terluka dalam nestapa , bahagiaku dengan manja.
Aku merasa cukup dengan semua itu__perjumpaan dan keakraban.
Walau manakala kata “perpisahan” mengglegar di telingaku , aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.
Namun,,,,Kini ku menyadari...
Di dunia ini.........
Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,
Begitu pula sebaliknya...
Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.
Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal .
Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal
HAL PERPISAHAN INI
Oleh Chinvaru
Mata yang berkaca-kaca...
Jantung yang berdetak-detuk tak menentu
Pikiran melayang-layang
Itulah terpaan gemuruh rasa dalam hatiku
Yang menemani saat ku tlah terpisah darimu
Waktu ini adalah saat waktu yang menyiksa
Menyiksa dirimu dan diriku
Waktu yang terasa lambat berputar
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui
waktu dimana kita tak bersama-sama lagi
Kini semua hanya tinggal kenangan,
kenangan indah yang tlah kita lalui
Canda-tawa,sedih,kesal,khawatir dan rasa takut terpisahkan
Itulah perasaan yang menggumuli hati kita selama ini dan
rasa takut itu kini tlah menjadi kenyataan.
Aku mengerti kau begitu sakit saat ini
Terpisah dan terpenjara sepi disana
Namun ketahuilah sobat.....
Diri ini jauh lebih sakit merasakan semua ini
Aku bingung dan tak tahu harus bagaimana
Banyak hal yang tak dapat kukatakan dan ku jelaskan
Banyak hal yang tak kau mengerti maksud hati dan semua ini
Maafkanlah... cobalah tuk mengerti dan memahami
ambillah hikmat dari semua ini
Jauhkan rasa dendam dan benci, aku mohon...
Yakin dan percayalah semua ini kan ada hikmat nya
Ketahuilah sobatu,
aku tak akan lupa dan tak akan perrnah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita
Kenanglah sobat......
SALAM PERPISAHAN
Oleh NN
Kini, hatiku tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Jarak kita-pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan
Sobat, dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu
Namun untukku, janganlah kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan
JASA GURU
Oleh Tita Titania
Guru.............
kau pahlawan tanpa tanda jasa
kau mengajar tidak mengharapkan imbalan
walau kringat tlah bercucuran
Guru...........
kalau tiada engkau pasti negara ini tak akan merdeka
semua orang akan hidup tanpa ilmu
guru engkau sangat tegar
Oh guru................
jasa mu tiada tara
semua orang sangat membutuhkan mu
jasamu kan ku kenang sepanjang masa
Oleh Tita Titania
Guru.............
kau pahlawan tanpa tanda jasa
kau mengajar tidak mengharapkan imbalan
walau kringat tlah bercucuran
Guru...........
kalau tiada engkau pasti negara ini tak akan merdeka
semua orang akan hidup tanpa ilmu
guru engkau sangat tegar
Oh guru................
jasa mu tiada tara
semua orang sangat membutuhkan mu
jasamu kan ku kenang sepanjang masa
GURU TERHEBATKU
Oleh Nandica
Ku suka ......
tegasmu......
disiplinmu .....
rendah hatimu....
bijaksanamu.....
kemandirianmu....
Entah tak tau mengapa
disaat pertama kali aku mengenalmu....
kau mampu memberikan semua hal tentang dirimu...
Kau lah penyemangat hidupku.....
motivasiku.........
inspirasi ku.......
Terima kasih tuhan kau telah mengenalkanku pada guru terhebat ku ini yang mampu merubah semua tentang diriku........
GURUKU PAHLAWANKU
Oleh Upee
Andai kata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia
Guru........
Engkau pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkan mu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Engkau membuat hidup kami berarti
Guru......
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasa mu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawan ku.
Oleh Upee
Andai kata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia
Guru........
Engkau pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkan mu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Engkau membuat hidup kami berarti
Guru......
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasa mu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawan ku.
Puisi perpisahan
Pernah aku ingin benar kepadamu
Kita berpeluk ciuman tampa jemu
Berharap hati darimu, Kulihat Anak-anak ku
Tapi sayang itu dahulu.
Pola hidupmu buatku getir
Kesetiaanku kau sambarkan petir,
Anggap saja semua telah jadi pasir
Kepadamu ini puisi Terakhir
Senyum yang indah kini melemah
Sayap kananku telah patah
Hati meluap penuh Nanah
Terlulai jatuh di tanah
Kita berpeluk ciuman tampa jemu
Berharap hati darimu, Kulihat Anak-anak ku
Tapi sayang itu dahulu.
Pola hidupmu buatku getir
Kesetiaanku kau sambarkan petir,
Anggap saja semua telah jadi pasir
Kepadamu ini puisi Terakhir
Senyum yang indah kini melemah
Sayap kananku telah patah
Hati meluap penuh Nanah
Terlulai jatuh di tanah
Contoh puisi perpisahan sekolah
Di sekolah tinggalkan banyak kenangan
puisi perpisahan kelas dan untuk guru tercinta
kami persembahkan
berikut naskah puisi perpisahan
Telah sampai pada tangga baru
Namamu tersebut tiga tahun lalu
Kali pertama dudukmu termangu
Hadapi tugas-tugas pelajaran
Kekal di ingatan kisahan semasa sekolah
Berganti rupa canda dan tawa
Kau adalah penerus jalan benderang
Demi amanah ibu dan bapak juga para guru
Jaman didepan raih hadapi
Berat halangan jangan patahkan
Kenang dan taati cita-citamu sendiri
Sehabis gelap terbitlah terang
Alam berkembang menjadi guru
Melihat usia masih muda tak boleh lepas usaha dan doa
Lalui laju derap langkahmu pantang menyerah sebelum bertarung
puisi perpisahan kelas dan untuk guru tercinta
kami persembahkan
berikut naskah puisi perpisahan
Telah sampai pada tangga baru
Namamu tersebut tiga tahun lalu
Kali pertama dudukmu termangu
Hadapi tugas-tugas pelajaran
Kekal di ingatan kisahan semasa sekolah
Berganti rupa canda dan tawa
Kau adalah penerus jalan benderang
Demi amanah ibu dan bapak juga para guru
Jaman didepan raih hadapi
Berat halangan jangan patahkan
Kenang dan taati cita-citamu sendiri
Sehabis gelap terbitlah terang
Alam berkembang menjadi guru
Melihat usia masih muda tak boleh lepas usaha dan doa
Lalui laju derap langkahmu pantang menyerah sebelum bertarung
Puisi perpisahan sahabat
Sahabatku tercinta
Inilah hidup
Kadang kita membuka
Suatu saat kita kan menutup
Sahabatku tercinta
Ribuan jalan telah kita lewati
Berbagai rintangan telah kita lalui
Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri
Penuh suka maupun duka di hati
Saat berpisah harus menyapa
Ku tak ingin kau teteskan air mata
Ku tak ingin kau berduka
Karena hati kita kan tetap bersama
Namun, kita tlah tahu
Kita tak selamanya bersatu
Menempuh jalan hidup yang bertabur debu
Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu
Semua bukanlah sekedar kenangn
Semua bukanlah sekedar renungan
Saat kita dalam kebersamaan
Dalam suka maupun pengorbanan
Inilah hidup
Kadang kita membuka
Suatu saat kita kan menutup
Sahabatku tercinta
Ribuan jalan telah kita lewati
Berbagai rintangan telah kita lalui
Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri
Penuh suka maupun duka di hati
Saat berpisah harus menyapa
Ku tak ingin kau teteskan air mata
Ku tak ingin kau berduka
Karena hati kita kan tetap bersama
Namun, kita tlah tahu
Kita tak selamanya bersatu
Menempuh jalan hidup yang bertabur debu
Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu
Semua bukanlah sekedar kenangn
Semua bukanlah sekedar renungan
Saat kita dalam kebersamaan
Dalam suka maupun pengorbanan
Perpisahan
Teman..
Sekian
lama kita bersama
Membangun
sebuah ikatan saudara
Kini
telah tiba waktunya
Tuk
kita ucapkan selamat jalan
Selamat
tinggal teman..
Juga
dengan hati yang berat
Tetesan
dan linangan air mata
Ku
bersyair hanya untuk
Engkaulah
para penuntun umat
Guru-guruku
Jasamu
akan ku ingat selalu
Mungkin
perpisahan..
Sebuah
akhir
Yang
tak bisa kita hentikan..
Kebersamaan..
Juga
hanya sebuah
Dongeng
cerita kehidupan
Berbagi
canda, duka dan cerita
Hilai
tawa,usikan manja
Yang
penuh jalinan indah
Hanyalah
sebuah pengobat dikala duka
Kau
akan kekal di dalam sanubari…
Di
dalam mahligai hati….
Selamat
jalan semua….
Hari Bumi 22 April
Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.
Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan. PBB sendiri merayakan hari Bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.
Hari Bumi merupakan nama bagi dua peringatan yang berbeda, kedua-duanya diadakan setiap tahun ketika musim bunga di hemisfera utara, dan musim luruh di hemisfera selatan. Hari ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran dan penghargaan kepada alam sekitar. Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu juga meraikan Hari Bumi, yang dimulakan oleh John McConnell pada 1969, setiap tahun ketika ekuinoks, iaitu pencerapan global yang diasaskan oleh Gaylord Nelson sebagai pengajar alam sekitar, dan sejak Januari 1970, ia juga dikenali sebagai Hari Bumi, yang diraikan di kebanyakan negara setiap tahun pada 22 April.
Sejarah Hari Bumi 22 April
Pada September 1969, dalam sebuah persidangan di Seattle, Washington, Senator A.S. Gaylord Nelson mengumumkan bahawa musim bunga 1970 akan diadakan demonstrasi dari akar umbi di seluruh negara bagi pembelaan terhadap alam sekitar. Senator Nelson pada mulanya mencadangkan bantahan alam sekitar di seluruh negara untuk menjadikan alam sekitar sebagai agenda negara. Katanya, "Ia satu pertaruhan, tetapi ia berjaya." Pada 22 April 1970 dikatakan hampir 20 juta rakyat Amerika Syarikat memenuhi taman dan auditorium. Hari Bumi pertama menjadi pembuka jalan terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA.
Lima bulan sebelum Hari Bumi 22 April yang pertama, pada Ahad, 30 November 1969, The New York Times mengeluarkan rencana yang panjang oleh Gladwin Hill yang melaporkan peningkatan aktiviti mempertahankan alam sekitar. Perjuangan Gaylord Nelson bermula sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama dirayakan. Setiap tahun, Hari Bumi 22 April menandakan ulang tahun kelahiran bagi gerakan alam sekitar moden pada 1970. Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global. Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk mengangkat isu Bumi dalam skala global.
Kini hari bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network).
Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan. PBB sendiri merayakan hari Bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.
![]() |
| Hari Bumi 22 April |
Hari Bumi merupakan nama bagi dua peringatan yang berbeda, kedua-duanya diadakan setiap tahun ketika musim bunga di hemisfera utara, dan musim luruh di hemisfera selatan. Hari ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran dan penghargaan kepada alam sekitar. Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu juga meraikan Hari Bumi, yang dimulakan oleh John McConnell pada 1969, setiap tahun ketika ekuinoks, iaitu pencerapan global yang diasaskan oleh Gaylord Nelson sebagai pengajar alam sekitar, dan sejak Januari 1970, ia juga dikenali sebagai Hari Bumi, yang diraikan di kebanyakan negara setiap tahun pada 22 April.
Sejarah Hari Bumi 22 April
Pada September 1969, dalam sebuah persidangan di Seattle, Washington, Senator A.S. Gaylord Nelson mengumumkan bahawa musim bunga 1970 akan diadakan demonstrasi dari akar umbi di seluruh negara bagi pembelaan terhadap alam sekitar. Senator Nelson pada mulanya mencadangkan bantahan alam sekitar di seluruh negara untuk menjadikan alam sekitar sebagai agenda negara. Katanya, "Ia satu pertaruhan, tetapi ia berjaya." Pada 22 April 1970 dikatakan hampir 20 juta rakyat Amerika Syarikat memenuhi taman dan auditorium. Hari Bumi pertama menjadi pembuka jalan terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA.
Lima bulan sebelum Hari Bumi 22 April yang pertama, pada Ahad, 30 November 1969, The New York Times mengeluarkan rencana yang panjang oleh Gladwin Hill yang melaporkan peningkatan aktiviti mempertahankan alam sekitar. Perjuangan Gaylord Nelson bermula sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama dirayakan. Setiap tahun, Hari Bumi 22 April menandakan ulang tahun kelahiran bagi gerakan alam sekitar moden pada 1970. Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global. Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk mengangkat isu Bumi dalam skala global.
Kini hari bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network).




















