Search

0 Bentuk Bentuk Energi dan Perubahannya

Bentuk-bentuk Energi

Energi dalam tubuh kita berasal dari makanan yang kita makan, energi itu disebut energi kimia. Energi yang digunakan pada pengisian aki berasal dari listrik sehingga disebut energi listrik. Selain energi kimia dan energi listrik masih banyak bentuk energi yang lain. Antara lain energi kalor, energi cahaya, dan energi bunyi.

Energi kimia
Selain terdapat dalam makanan, energi kimia juga terdapat dalam bahan bakar, seperti bensin, minyak tanah, dan kayu bakar. Energi kimia diperoleh dari hasil pembakaran makanan atau bahan bakar. Pembakaran makanan dalam tubuh kita menghasilkan energi yang dapat kita gunakan untuk melakukan aktivitas. Pembakaran bensin menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin kendaraan.

Energi listrik
Energi listrik merupakan energi yang dimiliki benda karena adanya arus listrik. Contoh energi listrik dapat kita temui pada berbagai peralatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, untuk menyalakan lampu, memanaskan setrika, televisi, radio, dan berbagai benda elektronik lainnya.

Pada umumnya, listrik kita gunakan di rumah berasal dari pembangkit tenaga listrik. Arus yang dihasilkan oleh pembangkit tenaga listrik kemudian disalurkan ke berbagai pemukiman penduduk, daerah perkantoran, dan industri melalui jaringan listrik.

Energi cahaya
Energi cahaya berasal dari benda yang memancarkan cahaaya, misalnya lampu listrik, api, atau matahari. Intensitas cahaya yang semakin tinggi menandakan energi cahaya yang dipancarkan semakin banyak.

Energi kalor
Energi kalor merupakan energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel dalam suatu benda. Apabila getaran atom-atom benda tersebut semakin cepat, maka energi kalor yang dimiliki benda semakin besar.

Energi Bunyi
Energi bunyi berasal dari suatu benda yang bergetar. Jika suatu benda bergetar, partikel udara yang bersentuhan dengan benda tersebut akan bergetar. Getaran benda diteruskan ke seluruh ruangan lewat partikel udara.

Perubahan Bentuk Energi

Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Contoh : pada saat kita menyalakan televisi, televisi menyala karena ada energi listrik. Energi listrik tersebut kemudaian berubah menjadi energi cahaya dan energi suara. Oleh karena itu, kita dapat menonton gambar di televisi dan mendengarkan suara yang muncul.
Read more

0 Permasalahan Penduduk dan Penanggulangannya

a. Pertumbuhan penduduk di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu :

faktor demografi dan non demografi.

ÿ Faktor demografi meliputi tiga hal pokok yaitu :

a) Kelahiran (Natalitas): Pertambahan jumlah anak/kelahiran baru pada periode tertentu.

b) Migrasi : Perpindahan penduduk dari suatu wilayah lain, baik melewati batas negara maupun batas administrasi wilayah dalam suatu negara dengan tujuan menetap.

c) Kematian (Mortalitas) : Pengurangan jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan oleh faktor kematian.

ÿ Faktor non demografi yaitu : kesehatan dan pendidikan


b. Angka kelahiran dan kematian

ÿ Angka kelahiran kasar yaitu angka kelahiran yang menunjukkan jumlah per seribu penduduk dalam suatu periode tertentu. CBR = Crude Birth Rate

Rumus :

Ket :

CBR = Angka kelahiran kasar

B = Jml kelahiran setahun

P = Jumlah penduduk

k = konstanta (1.000)


Angka kelahiran kasar dapat digolongkan menjadi 3 yakni :

1. Angka kelahiran rendah, jika angka kelahiran kurang dari 30.

2. Angka kelahiran sedang, jika angka kelahiran antara 30-40.

3. Angka kelahiran tinggi, jika angka kelahiran lebih dari 40.

ÿ Angka kelahiran khusus umur yaitu rata-rata banyak bayi yang lahir dari tiap 1.000 orang wanita pada usia tertentu dalam jangka waktu setahun. ASBR = Age Specific Birth Rate.


Rumus :


Keterangan :

ASBR = Angka kelahiran dari wanita pada umur tertentu

B = Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu.

X = Kelompok wanita pada umur tertentu.

k = konstanta (1.000)

ÿ Angka kematian kasar yaitu rata-rata banyaknya orang yang meninggal dari tiap 1.000 orang penduduk dalam setahun. CDR = Crude Death Rate


Rumus :


Keterangan :

CDR = Angka kematian kasar

D = Jumlah kematian dalam setahun

P = Jumlah penduduk

k = konstanta (1.000)

Angka kematian kasar dapat digolongkan menjadi 3 yakni :

1. Angka kematian rendah, jika angka kematian kurang dari 10

2. Angka kematian sedang, jika angka kematian antara 10 - 20

3. Angka kematian tinggi, Jika angka kematian lebih dari 20


ÿ Angka kematian khusus umur yaitu rata-rata banyak orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. ASDR = Age Specific Death Rate. Biasanya angka ini sangat tinggi pada usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka jauh lebih rendah.

Rumus :

Keterangan :

ASDR = Angka kematian pada umur tertentu

D = Jumlah kematian pada umur tertentu dalam setahun

P = Jumlah penduduk umur tertentu

k = konstanta (1.000)


c. Faktor-faktor pendorong dan penghambat kelahiran & kematian

ÿ Faktor-faktor pendorong kelahiran & kematian :

a) Kawin usia muda, ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.

b) Pandangan banyak anak banyak rezeki. Anak dianggap akan mendatangkan rezeki bagi keluarga ( anggapan lama )

c) Anak menjadi harapan bagi ortu sebagai pencari nafkah/ membantu orang tua.

d) Anak menjadi kebanggaan bagi orangtua karena dengan banyak anak ortu merasa lebih dihargai oleh masyarakat.

e) Anak laki-laki dianggap penerus keturunan, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang ingin terus mempunyai anak.

f) Kondisi kesehatan pasangan usia subur, misalnya kesehatan kandungan (rahim) wanita, jumlah sperma laki-laki serta kesehatan fisik masing-masing.

g) Usia perkawinan berada pada masa subur kemungkinan terjadinya fertilitas lebih besar.

h) Kesehatan ibu saat mengandung baik kesehatan fisik maupun mental (kejiwaan) sangat mempengaruhi kesehatan janin dan proses kelahiran.

ÿ Faktor-faktor penghambat kelahiran & kematian :

a) Keinginanan untuk mempunyai anak dalam jumlah kecil karena banyak anak dianggap menambah beban tanggungan ortu (anggapan baru).

b) Penundaan usia kawin sampai selesai pendidikan / mendapat pekerjaan.

c) Wanita merasa terbatas ruang geraknya bila memiliki banyak anak.

d) Undang-undang pokok perkawinan (UUPP No. I Tahun 1974) yang menentukan umur minimal untuk laki-laki 19 tahun & wanita 16 tahun.

e) Dilaksanakannya program keluarga berencana.


d. Kepadatan penduduk aritmik

adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati wilayah seluas 1 km2. Kepadatan penduduk ini biasanya digunakan untuk perhitungan kepadatan penduduk disuatu daerah / negara.

Rumus :

Sampai sekarang ini hampir tidak ditemukan kepadatan penduduk yang merata disetiap daerah ataupun negara, demikian pula halnya dengan kepadatan penduduk Indonesia.

Kepadatan penduduk tertinggi/terendah di Indonesia yang diperoleh dari data sensus pada tahun 1990 s/d 2003 DKI Jakarta yang menempati posisi penduduk tertinggi dan yang terendah berada di Papua.

Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, kepadatan penduduk Indonesia menempati urutan kelima walaupun dari segi jumlah penduduk, Indonesia merupakan terbesar di ASEAN. Kepadatan penduduk tertinggi di ASEAN adalah Singapura sedangkan yang terendah terdapat di Laos.


e. Struktur penduduk

adalah penggolongan penduduk menurut ciri tertentu. Penggolongan yang sering dilakukan adalah penggolongan menurut umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, pendidikan & tempat tinggal.

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat ditampilkan dalam bentuk piramida penduduk. Piramida penduduk dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

a) Bentuk limas, menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari usia dewasa, jumlah penduduk bertambah dengan cepat. Contohnya : Indonesia, Filipina, Myanmar & Mesir.

b) Bentuk Granat, menunjukkan jumlah penduduk usia muda hampir sama dengan usia dewasa. Pertambahan penduduknya kecil sekali. Contohnya : Inggris, Denmark & Belanda.

c) Bentuk batu nisan, menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit dibandingkan dengan usia dewasa, jumlah penduduk mengalami penurunan. Contohnya : Jerman, Rusia & Swedia.

Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki piramida penduduk bentuk limas, sedangkan negara-negara maju umumnya berbentuk granat atau batu nisan.


f. Menghitung angka perbandingan laki-laki perempuan (sex ratio) dan beban ketergantunagan, serta mengartikan angka tersebut.


Rasio adalah perbandingan dua komponen yang dinyatakan dalam satuan tertentu. Rasio umumnya digunakan untuk menganalisis komposisi demografis dari kelompok penduduk dan bukan menganalisis peristiwa-peristiwa demografis

1. Rasio jenis kelamin : perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Rasio jenis kelamin (sekratio) dapat dihitung dengan rumus dibawah ini.




Keterangan :

SR = Sex Ratio (Rasio jenis kelamin)

a = jumlah laki-laki

b = jumlah perempuan

k = bilangan konstanta (100)

Apabila disuatu wilayah memiliki rasio jenis kelamin jauh dibawah 100 maka akan timbul berbagai masalah. Salah satu masalah itu adalah kekurangan tenaga laki-laki untuk melaksanakan pembangunan. Rasio jenis kelamin juga dapat dihitung berdasarkan kelompok umur. Disuatu wilayah yang sedang giat melaksanakan pembangunan, misalnya perluasan pabrik semen Nusantara di Cilacap, banyak memerlukan tenaga kerja laki-laki. Akibat kedatangan buruh laki-laki tersebut maka rasio jenis kelamin kelompok usia produktif lebih dari 100.






Perhitungan rasio jenis kelamin menurut kelompok umur dapat digunakan rumus berikut :




Keterangan :

Sri = Sex Ratio Rasio jenis kelamin kelompok umur / golongan umur i tahun

Mi = jumlah laki-laki golongan umur i tahun

Fi = jumlah perempuan golongan umur i tahun

k = bilangan konstanta (100)

Biasanya golongan umur 0-4 tahun, 5-9 tahun, 10-14 tahun, dan 15-19 tahun memiliki rasio jenis kelamin diatas 100.


2. Rasio Beban Ketergantungan (Dependency Ratio =DR) : Rasio beban ketergantungan merupakan perbandingan antara penduduk tidak produktif dan penduduk yang masih produktif. Penduduk usia produktif adalah penduduk pada kelompok usia yang mampu atau mempunyai penghasilan (pendapatan) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Kelompok penduduk usia produktif berumur antara 15-64 tahun. Penduduk kelompok usia non produktif atau tidak produktif adalah kelompok usia yang tidak mampu atau tidak mempunyai penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Kelompok usia non produktif meliputi kelompok usia 0-14 tahun (kelompok penduduk yang belum produktif secara ekonomis) dan kelompok penduduk usia 65 tahun keatas (kelompok penduduk yang tidak produktif lagi). Rasio benda ketergantungan (DR) dapat dihitung dengan rumus berikut ini :



Dimana:

DR = Dependency Ratio (Rasio beban ketergantungan)

P0-14 = jumlah penduduk usia 0-14 tahun

P15-64 = jumlah penduduk isia 15-64 tahun

P65 = jumlah penduduk usia 65 tahun keatas

K = bilangan konstanta (100)


g. Mengartikan Angka Usia Harapan Hidup

Angka harapan hidup pada suatu usia di definisikan rata-rata jumlah tahun kehidupan yang masih dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai usia tertentu dalam situasi mortalitas (kematia) yang berlaku diling kungan mayarakat \. Anka harapan hidup yang sering digunakan adalah angka harapan hidup waktu lahir (expectationof life at birth) dan diyatakan dalam tahun. Angka harapan hidup penduduk di Negara berkembang bekisar pada kurang lebih 40 tahun dan 70 tahun pada Negara maju. Diperkirakan angka harapan hidup waktu lahir penduduk indonesia pada tahun 2003 adalah 68 tahun artinya penduduk yang dilahirkan sekitar 2000-an memiliki rata-rata harapan hidup selama 68 tahun. Perbedaan angka harapan hidup disebabkan oleh faktor perbedaan keadaan penduduk antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Salah satu faktor adalah kebijaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan. Hal yang juga berpengaruh adalah kesadarab masyarakat dalam membiasakan diri untuk hidup sehat. Peningkatan angka harapan hidup disebabkan oleh perbaikan kesehatan dan gizi masyarakat.


h. Mendiskripsikan Berbagai Dampak Ledakan Penduduk dan Upaya Mengatasinya

Bila diamati dengan baik kamu akan mengetahui perkembangan jumlah penduduk dunia yang sangat atau biasa disebut ledakan penduduk

1. Dari tahun 1 masehi hingga 1000 jangka waktu 1000 jumlah penduduk meningkat 50 juta jiwa (dari 250 juta jiwa menjadi 300 juta jiwa)

2. Pada tahun 1000 hingga 1800(jangka waktu 800 tahun) jumlah penduduk dunia meningkat 600 juta jiwa ( dari 300 juta menjadi 900 juta jiwa )

3. pada tahun 1800 hingga 1900(jangka waktu 100 tahun) jumlah penduduk dunia meningkat 700 juta jiwa(dari 900 juta menjadi1,6 milyar jiwa)

4. Pada tahun 1900 hingga 2003(kurang lebih 103 tahun) jumlah penduduk dunia meningkat 4,7 milyar jiwa (dari 1,6 milyar menjadi 6,3 milyar jiwa)

Pertubuhan penduduk dunia yang cepat sangat mengkhawatirkan. Pertambahan penduduk seperti diatas sesuai dengan deret hitung atau geometrik (1,2,4,8,16,32,64,….)


Berikut ini upaya mengatasi dampak pertumbuhan penduduk yang tinggi :

[ Meningkatkan produksi pangan sesuai dengan kebutuhan penduduk. Jumlah pangan harus menyesuaikan dengan pertambahan penduduk.

[ Memabfaatkan sumberdaya alam secara efisien dan melestarikan lingkungan. Pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien memungkinkan penduduk memanfaatkan sumberdaya alam lebih lama sekalipun jumlah penduduk bertambah.

[ Melaksanakan program transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari wilayah yang padat penduduk ke wilayah yang jarang penduduknya.


Upaya Mengendalikan Pertumbuhan Penduduk

Salah satu langkah pentingnya adalah mengendalikan tingkat kelahiran. Berikut ini beberapa cara mengandalikan tingkat kelahiran.

¯ Melaksanakan program keluarga berencana (KB)

¯ Menganjurkan untuk menunda usia perkawinan sehingga dapat menghindari masalah kawin muda.

¯ Memasyarakatkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS)

¯ Meningakatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan KB sampai ke desa terpencil.


i. Menyajikan informasi kependudukan dalam bentuk peta, table & grafik

Cara Menperoleh Informasi Kependudukan

Informasi kependudukan dapat diperoleh dengan tiga cara yaitu sensus penduduk, survei penduduk, dan registrasi penduduk.

1. Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah suatu proses keseluruhan dari pengumpulan, pengolahan, penilaian, analisis, dan penyajian data kependudukan disuatu wilayah pada periode waktu tertentu. Sensus dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut :

a. Sensus de jure adalah sensus yang pelaksanaannya terhadap penduduk yang tercatat sebagai warga di suatu daerah pada saat sensus di lakukan

b. Sensus de facto adalah sensus yang di lakukan terhadap semua orang di suatu daerah pada saat sensus di laksanakan.

Kegunaan sensus penduduk :

v Untuk mengetahui jumlah penduduk

v Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk

v Untuk mengetahui kepadatan penduduk

v Untuk mengetahui komposisi penduduk

v Untuk digunakan dalam perencanaan pembangunan

2. Survei penduduk (Penelitian penduduk) dilakukan dengan tujuan untuk melengkapi keterbatasan data sensus penduduk.. Dalam survai penduduk yang dihitung hanya beberapa penduduk sebagai sample. Contoh survey penduduk antar sensus (supas) dan survey social ekonomi nasional (susenas).

3. Registrasi penduduk (Pencatatan Penduduk) adalah pencatatan peristiwa kependudukan di tiap-tiap daerah setiap waktu meliputi peristiwa kelahiran, kematian dan segala kejadian penting yang mengubah status sipil seseorang sejak lajir sampai mati, misalnya : perkawinan, perceraian dan migrasi


Penyajian informasi kependudukan

a. Penyajian Informasi Kependudukan dalam bentuk Peta

1. Peta kependudukan dengan symbol bertingkat (ordinal)

Simbol bertingkat adalah symbol yang menunjukan adanya tingkatan nilai data. Misalnya kelas-kelas kepadatan penduduk, kelas-kelas pertumbuhan penduduk, kelas-kelas jumlah penduduk

2. Peta kependudukan dengan symbol kuantitatif

Symbol kuantitatif adalah symbol yang mengambarkan data secara kualitatif dan kuantitatif.kepadatan penduduk pada tahun 2000 dan 2003 di Sulawesi.

3. Peta kependudukan dengan symbol pictorial

Symbol pictorial merupakan symbol yang menggambarkan data dalam bentuk sesungguhnya.

b. Penyajian Informasi Kependudukan dalam Bentuk Tabel

Penyajian data kedalam tabel lebih mudah dalam membuatnya dibandingkan peta dan grafik. Tabel bersifat informatifi dan mudah dipahami.

c. Penyajian informasi kependudukan melalui grafik

1) Grafik lingkaran (pie graph) adalah grafik yang berupa lingkaran dengan jari-jari lingkaran yang membagi lingkaran secara proporsional antara sudut lingkaran dan presentase data.

2) Grafik batang (bar graph) adalah grafik yang datanya diwakili oleh segi empat baik horizontal maupun vertical.

3) Grafik garis (line graph) adalah garis grafik yang datanya diwakili oleh garis atau titik-titik.


j. Mengidentivikasi jenis-jenis Migrasi dan Faktor Penyebabnya

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan menetap. Migrasi merupakan bentuk mobilitas yitu gerakan penduduk yang melintasi batas susatu wilayah dalam periode tertentu.

Berdasarkan tujuannya mobilitas terbagi atas dua macam yaitu mobilitas permanent & mobilitas non permanent. Mobilitas permanent dinamakan migrasi. Mobilitas non permanent dinamakan mobilitas sirkuler. Mobilitas sirkuler merupakan gerakan penduduk dari suatu tempat ketempat lain dengan tujuan tidak menetap.

Terdapat tiga macam mobilitas non permanent yaitu :

1. Mobilitas ulang-alik disebut juga komuter. Mobilitas seperti ini dapat kita lihat pada gerakan orang-orang yang pergi ke suatu tempat pada pagi hari dan pulang kembali pada sore harinya.

2. Mobilitas periodic adalah orang yang menginap dalam jangkau waktu tertentu secar teratu mereka kembali ke daerah asalnya.

3. Mobilitas musiman adalah penduduk yang menetap di daerah lain pada musim tertentu dan musim berikutnya orang-orang ini akan kembali ke daerah asalnya.


Macam-macam Migrasi

Berdasarkan wilayah yang dilaluinya, migrasi terdiri atas dua macam :

1. Migrasi internasional terjadi jika perpindahan penduduk dilakukan melewati batas Negara. Disebabkan oleh tujuan pendidikan, pekerjaan, kondisi peperangan di daerah asal, atau krisis ekonomi yang terjadi di Negara asal. Contonya adalah perpindahan penduduk Indonesia kanada.

2. Migrasi internal merupakan perpindahan penduduk dengan tujuan menetap dari suatu wilayah ke wilayah lainnya tetapi masih dalam kesatuan Negara. Misalnya, perpindahan penduduk dari Yogyakarta ke Jakarta.


Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi

ª Di daerah asal :

Ø Terjadinya bencana

Ø Berkurangnya lapangan pekerjaan

Ø Terbatasnya fasilitas social

Ø Pelnggaran terhadap norma adat daerah asal

ª Di daerah tujuan :

Ø Memiliki fasilitas yang lebih baik

Ø Memiliki harapan untuk hidup lebih baik

Ø Lebih terjamin keamanannya

Ø Memiliki pilihan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih menjanjikan

ª Di perjalanan :

Ø Rintangan alam yang cukup sulit dilalui

Ø Factor keamanan menentukan terjaminnya perjalanan para migrant

Ø Sarana dan prasarana tranportasi yang memadai

Ø Factor politik misalnya ada larangan bagi penduduk suatu Negara untuk mengunjungi Negara tertentu

Ø Jarak yang ditempuh menuju daerah tujuan

ª Pribadi :

Ø Pengetahuan dan kesadaran seorang tentang keadaan daerah tujuan

Ø Ikatan bati dengan daerah asal

Ø Jumlah keluarga mepengaruhi seseorang dalam memutuskankepidahannya

Ø Perasaan tidak adil, dikucilkan, atau sebagai korban kejahatan didaerah asal


k. Menganalisis Dampak Positif dan negatifi Migrasi serta Usaha Penanggulangannya


1. Dampak migrasi terhadap daerah asal

§ Dampak positif migrasi terhadap daerah asal sebagai berikut :

Ø Mengurangi masalah pengangguran didaerah asal.

Ø Meningkatkan kesejahteraan melalui kiriman uang dari para migran.

Ø Memotifasi pembangunan daerah asal.

Ø Meningkatkan kualitas penduduk.

Ø Mengurangi kepadatan penduduk

§ Dampak negatif migrasi terhadap daerah asal sebagai berikut :

Ø Mengurangi tenaga kerja didaerah asal

Ø Mengurangi tenaga kerja potensial untuk membangun daerahnya

Ø Perilaku yang tidak sesuai dengan norma daerah asal


2. Dampak migrasi terhadap daerah tujuan

§ Dampak positif migrasi terhadap daerah tujuan sebagai berikut :

Ø Merangsang pengembangan daerah yang jarang penduduk

Ø Mengatasi kekurangan tenaga kerja

Ø Memperoleh keuntungan budaya dengan ditemukannya teknologi baru oleh para pendatang




§ Dampak negatif migrasi terhadap daerah tujuan sebagai berikut :

Ø Menimbulkan masalah pengangguran karena terlau banyaknya pendatang

Ø Banyaknya pendatang dapat merusak tata kota akibat munculnya daerah kumuh (slums area)


3. Upaya penanggulangan dampak negatif migrasi :

§ Meningkatkan pembangunan didaerah asal. Hal ini akan membuat penduduk tidak melakukan urbanisasi daerah tujuan, misalnya melalui peningkatan pendidikan, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih beragam, serta melengkapi fasilitas umum di pedesaan.

§ Kebijaksanaan pintu tertutup bagi pendatang perlu diperhatikan apabila tidak ada pembangunan secara desentralisasi.
Read more

0 Tumbuhan ( Perkembangan Dan Pertumbuhan ) & Pengertiannya

Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ?
Apa yang dimaksud dengan perkembangan ?

Pertumbuhan : Peristiwa perubahan biologis pada makhluk hidup yang meliputi pertambahan ukuran , volume , masa dsb yang bersifat irreversible. . . .
.
Contoh , perubahan dari kecil menjadi besar , dari pendek menjadi panjang , dari rendah menjadi tinggi , dari sedikit menjadi banyak , dari ringan menjadi berat dll .
Alat yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan tanaman disebut
auksanometer .

Pada umumnya hewan memiliki pertumbuhan terbatas sedang
tumbuhan memiliki pertumbuhan tak terbatas dalam artian dia akan mengalami pertumbuhan terus-menerus sepanjang hidupnya .

Perkembangan : Suatu proses menuju ketercapainya kedewasaan yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan . Bisa juga diartikan terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu .
Perkembangan tidak dapat diukur secara kwantitatif .
Contoh sederhana dari peristiwa perkembangan adalah dari tidak ada menjadi ada , dari belum berfungsi menjadi berfungsi , dari tidak bisa menjadi bisa dll .

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman .

Faktor dalam .

- Gen , bentuk dan ukuran tumbuhan banyak ditentukan oleh faktor hereditas atau faktor keturunan . Gen berpengaruh pada setiap struktur tumbuhan dan juga terhadap perkembangannya . faktor hereditas ini merupakan faktor intraseluler .

- Hormon / zat tumbuh, dikatakan sebagai faktor interseluler .
Macam - macam hormon pertumbuhan :
1. Auksin , memacu perpanjangan sel yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan . Pengaruh tersebut antara lain :
- pembengkokan batang
- merangsang perkembangan akar lateral dan serabut sehingga meningkatkan penyerapan air dan mineral .
- merangsang pembelahan sel kambium vaskuler sehingga merangsang pertumbuhan sekunder .
- merangsang diferensiasi sel menjadi xylem sehingga meningkatkan transportasi air dan mineral .
- meningkatkan perkembangan bunga dan buah .
Hormon auksin yang pertama diisolasi adalah IAA ( indole acetate acid ) , yang merupakan hasil sekresi organ tanaman yang disebut titik tumbuh ( ujung batang, ujung akar , daun muda , bunga ,buah , dan kambium ) .
Auksin dengan konsentrasi tinggi akan merangsang pertumbuhan batang , tapi sebaliknya akan menghambat pertumbuhan akar .
2. Giberelin , bekerja bersama-sama denga auksin dan sitokinin .
- mempengaruhi pemanjangan dan pembelahan sel
- mempengaruhi perkembangan embryo dan kecambah ( giberelin merangsang lapisan aleuron untuk mensintesa enzim amylase yang dapat memecah tepung dalam endosperm sehingga menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk perkecambahan biji )
- menghambat pembentukan biji
- memperbesar ukuran buah
- merangsang pembungaan
- mematahkan dormansi biji .

3. Gas Etilen
- mempercepat pemasakan buah ( buah yang sudah tua tapi belum masak ditempat yang tertutup akan mengeluarkan gas etilen yang menyebabkan buah menjadi masak ) .
4. Sitokinin
o merangsang pembelahan sel dengan cepat .
o pembesaran sel daun muda
o memperkecil dominansi apikal
o merangsang pertumbuhan daun dan pucuk
o menunda pengguguran daun , bunga , dan buah dengan cara meningkatkan nutrisi ke organ-organ tersebut .
5. Asam Absisat .
Merupakan hormon yang berfungsi menghambat pertumbuhan . Hormon ini
membantu tumbuhan untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang jelek
dengan menunda pertumbuhan ( dormansi ) .

Selain zat-zat diatas , terdapat pula hormone yang berpengaruh terhadap pembentukan organ yang disebut kalin antara lain ,
- rizokalin ( identik dengan thiamin / vit B1 ), mempengaruhi pembentukan akar
- kaulokalin , mempengaruhi pembentukan batang
- filokalin , mempengaruhi pembentukan daun
- anthokalin , mempengaruhi pembentukan bunga
- asam traumalin , mempengaruhi pembentukan jaringan kalus pada luka .

Faktor luar .

1. Cahaya
Cahaya merupakan sumber energi untuk fotosintesa , dengan demikian cahaya berpengaruh pada ketersediaan makanan , yang tentu saja memepengaruhi proses pertumbuhan .
Panjang penyinaran berpengaruh pada proses pertumbuhan dan reproduksi tanaman . Respon tumbuhan terhadap panjang penyinaran yang berfariasi disebut fotoperiodisme, dan mempengaruhi proses pembungaan .
Respon ini dikendalikan oleh pigmen yang mengabsorpsi cahaya yaitu fitokrom .
Berdasar fotoperiodismenya tumbuhan dibedakan menjadi :
a. Tumbuhan berhari pendek , jika panjang penyinaran lebih pendek dari periode kritis ( strowberi , dahlia , aster , krisantemum )
b. Tumbuhan berhari panjang , masa penyinaran lebih panjang daripada periode kritis ( gandum , kentang , bayam , slada )
c. Tumbuhan netral , pembungaan tidak tergantung pada panjang - pendek penyinaran ( mawar , bunga matahari )

2 . Suhu / Temperatur
Tumbuhan cenderung bereaksi terhadap perubahan temperature , sehingga akan memepngaruhi fotosintesa , respirasi , transpirasi dll . Perubahan yang terlalu ekstrim akan menyebabkan pertumbuhan terhambat atau bahkan terhenti sama sekali .
Temperature terbaik untuk pertumbuhan tanaman disebut temperature optimum . Sebagian besar tumbuhan memerlukan temperature sekitar 10-38 C untuk pertumbuhannya .

3. Makanan
Makanan : sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel .

4. Air
Senyawa utama yang dibutuhkan tanaman . Berfungsi untuk fotosintesa , mengaktifkan reaksi enzimatik , menjaga kelembaban dan membantu perkecambahan biji .

5. Kelembaban
Kondisi lembab menyebabkan banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan sedikit diuapkan , hal ini mendukung aktifitas pemanjangan sel . Setiap spesies tanaman mempunyai kelembaban optimal yang berbeda untuk tumbuh secara maksimal .

Teori-teori tentang titik tumbuh .

Teori Histogen dari Hanstein
Titik tumbuh dibedakan dalam tiga lapisan pembentuk jaringan atau histogen .
1. Dermatogen ( selapis sel ) , lapisan luar yang akan membentuk epidermis .
2. Periblem ( beberapa lapis sel ) , lapisan tengah yang akan membentuk korteks .
3. Plerom , lapisan dalam yang akan membentuk silinder pusat .

Teori Tunika Korpus dari Schmidt
1. Tunika , lapisan pinggir terdiri dari sel yang membelah terus menerus dan meng -
akibatkan bertambah luasnya permukaan titik tumbuh .
2. Korpus , bagian yang terdapat disebelah dalam tunika terdiri atas sel yang membelah
Ke segala arah .

Pertumbuhan primer .
Titik tumbuh yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang sudah terbentuk sejak tumbuhan masih berupa lembaga . oleh karenanya titik tumbuh tadi disebut titik tumbuh primer . Pertumbuhan yang disebabkan kegiatan titik tumbuh primer disebut pertumbuhan primer . Pada umumnya pertumbuhan primer menyebabkan tumbuhan ( akar / batang ) akan tumbuh memanjang . Sel-sel yang menyusun titik tumbuh bersifat meristematik .

Pertumbuhan sekunder pada tanaman dikotil .
Pada tumbuhan dikotil , selain titik tumbuh , jaringan kambium juga bersifat meristematik . Pada akar maupun batang , sel-sel kambium akan membelah kearah luar membentuk floem dan kearah dalam membentuk xylem . Kegiatan kambium kearah dalam lebih besar daripada kearah luar sehingga kayu menjadi lebih tebal dibanding bagian kulitnya . Karena hal diatas maka kambium disebut sebagai titik tumbuh sekunder , dan pertumbuhan menebal yang ditimbulkannya disebut pertumbuhan sekunder .

Pertumbuhan pada akar .
Irisan membujur ujung akar menunjukkan adanya empat daerah pertumbuhan yaitu , Tudung akar ( kaliptra ) : menskresi polisakarida untuk melumasi tanah sehingga tanah mudah ditembus akar .
Daerah pemanjangan sel ( meristem apical ) : merupakan pusat pembelahan sel untuk menggantikan sel-sel kaliptra yang rusak .Daerah pemanjangan sel : Sel-sel memanjang 9 kali lebih lebih panjang disbanding sel mula-mula . Pemanjangn sel berperan untuk menekan ujung akar termasuk meristem agar akar memanjang .
Daerah pemasakan sel ( diferensiasi sel ) : sel-sel mulai terspesialisasi struktur dan fungsinya .
Perkembangan .
Perkembangan awal suatu tumbuhan secara garis besar melalui tahap :
1. Tahap pembelahan sel , zigot mengalami pembelahan sel secara mitosis membentuk jaringan embryonal .
2. Perkembangan bentuk ( morfogenesis ) , akar dan tunas rudimenter akan membentuk system akar dan tunas tumbuhan , proses ini disebut morfogenesis .
3..Diferensiasi seluler , jaringan embryonal berkembang menjadi struktur dan fungsi khusus yang akan dimiliki tumbuhan dewasa . Proses yang menjadikan sel memiliki biokimia dan morfologi khusus yang sebelumnya tidak dimiliki disebut diferensiasi .
4. Spesialisasi , sel-sel yang terdiferensiasi akan membentuk jaringan . Proses pembentukan jaringan permanent ( epidermis , kortek , stele ) yang berasal dari jaringan embryonal disebut spesialisasi .

Perkecambahan .

Perkecambahan biji melibatkan proses fisika dan kimiawi , dengan tahapan sbb :
1. Imbibisi , penyerapan air melalui mikropil menyebabkan kotiledon membengkak dan testa pecah .
2. Sekresi hormone dan enzim , air yang cukup menyebabkan hormone giberelin aktif dan merangsang aleuron mengeluarkan enzim . Memecah protein dan amilum menjadi asam amino dan glukosa . Asam amino untuk membuat protein baru bagi membrane sel dan sitoplasma , glukosa sebagai sumber energi dan untuk membentuk selulosa / dinding sel .
3. Hidrolisis cadangan makanan dari padat menjadi bentuk larutan . Hormon dan enzim memecah protein dan amilum menjadi asam amino dan glukosa . Asam amino untuk membuat protein baru bagi membrane sel dan sitoplasma , glukosa sebagai sumber energi dan untuk membentuk selulosa / dinding sel .
4. Pengiriman bahan bahan terlarut dan hormone ketitik tumbuh atau daerah lainnya .
5. Asimilasi / fotosintesa .

Sebuah biji mengandung embryo . embryo terdiri atas radikula yang akan menjadi akar dan plumula yang akan menjadi kecambah . Radikula diselubungi koleoriza sedang plumula diselubungi oleh koleoptil . Cadangan makanan bagi embryo berupa kotiledon yang dilindungi bahan yang kuat disebut testa . Testa memiliki lubang kecil disebut mikropil . didekat mikropil terdapat hilum yang berfungsi menggabungkan kotiledon .
Bagian batang kecambah diatas kotiledon disebut epikotil sedang yang terdapat dibawah kotiledon disebut hipokotil .

Tipe-tipe perkecambahan .

1. Epigeal , pembentangan ruas batang terjadi dibawah daun lembaga ( hipokotil ) sehingga daun lembaga dan kotiledon terangkat keatas tanah ( kacang hijau ) .
2. Hipogeal , pembentangan ruas batang terjadi diatas kotiledon sehingga daun lembaga ikut terangkat tetapi kotiledon tetap di tanah ( kacang kapri ) .

Biji berkecambah bila mendapat air , suhu , udara dan cahaya yang cukup . Jika syarat tersebut tidak dipenuhi maka biji tetap dalam keadaan tidur / dorman .

Catatan :
Tugas untuk siswa :
1. Buat rencana percobaan tentang pengaruh factor luar terhadap pertumbuhan tanaman .
2. Laksanakan percobaan berdasar rencana yang telah dibuat .
3. Lakukan pengamatan struktur biji
4. Laksanakan kegiatan 1.3 ( Daerah pertumbuhan kecambah kacang hijau ) , buku Erlangga halaman 6-7 .
5. Mengumpulkan laporan dari semua kegiatan yang telah dilakukan .
Read more

0 Proses Belajar Mengajar Pada Sekolah Bertaraf Internasional (Sekolah Baik&Top;)

Proses Pembelajaran, Penilaian dan Penyelenggaraan Sekolah Internasional Menurut Kir Haryana (2008), proses pembelajaran penilaian, dan penyelenggaraan sekolah internasional harus bercirikan internasional seperti sebagai berikut:

1. Pro-Perubahan, yaitu proses pembelajaran yang mampu menumbuh kembangkan dan mengembangkan daya kreasi, inovasi, nalar, dan ekperimentasi untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru ( a joy of discovery).

2. Menerapkan model pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, seperti student centered, reflective learning, active learning, enjoyable dan joyful learning, cooperative learning, quantum learning, learning revolution, dan contextual learning.

3. Menerapkan proses pembelajaran berbasis TIK (Teknologi Informasi dan komunikasi) pada semua mata pelajaran.

4. Proses pembelajaran menggunakan bahasa Inggris, khususnya mata pelajaran sains, matematika dan teknologi.

5. Proses penilaian dengan menggunakan model-model penilaian sekolah unggulan dari negara anggota-anggota OECD dan /atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan.

6 Dalam penyelenggaraannya harus bercirikan standar manajemen internasional, yaitu mengimplementasikan dan meraih ISO 9001 versi 2000 atau sesudahnya dan ISO 14000, dan menjalin hubungan sister school, dengan sekolah bertaraf internasional di luar negeri. Gambaran sekolah bertaraf internasional ini bisa digunakan guru untuk membangkitkan gairah belajar anak murid agar mengeluarkan kemampuan terbaik untuk menjadi pemain kelas dunia. Karena, kompetisi di era globalisasi semakin ketat dan hebat, dimana penguasaan dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi ciri khasnya.

Semoga bermanfaat!!!

Read more

0 Gradien Persamaan Garis Lurus dan Pengertiannya

Gradien suatu garis lurus adalah : Perbandingan antara komponen y (ordinat) dan komponen x (absis) antara dua titik pada garis itu. Gradien suatu garis biasanya dinotasikan dengan huruf kecil m. Perhatikan gambar di bawah ini !



komponen y dari garis AB = y2 - y1 ; komponen x dari garis AB = x2 - x1, maka :





Catatan : gradien sebuah garis sering disebut kecondongan sebuah garis atau koefisien arah sebuah garis.



1.1. Macam-macam gradien

a. Gradien bernilai positif




Garis l condong ke kanan , maka ml bernilai positif



b. Gradien bernilai negatif



Garis k condong ke kiri , maka mk bernilai negatif



Gradien dari sebuah persamaan garis

Jika sebuah garis mempunyai persamaan ax + by = c, maka gradien persamaan garis itu ialah :



c. Gradien garis melalui pangkal koordinat




Garis l melalui pangkal koordinat (0,0) maka




d. Gradien dua garis yang sejajar



Dua garis yang sejajar mempunyai gradien yang sama, garis l dan garis k sejajar, maka ml = mk



e. Gradien dua garis yang saling tegak lurus



Dua garis yang saling tegak lurus perkalian gradiennya adalah -1.Garis l dan garis k saling tegak lurus, maka ml x mk = -1.



1.2. Contoh-Contoh Soal

Contoh 1 :

Tentukanlah gradien garis :

melalui titik P(2,-5) dan titik Q(-9,3)

melalui pangkal koordinat dan titik A(-2,-8)



Penyelesaian :

a. Melalui titik P(2,-5) dan titik Q(-9,3)

P(2,-5) berarti x1 = 2 , y1 = -5

Q(-9,3) berarti x2 = -9 , y2 = 3











Jadi gradient melalui titik P(2,-5) dan titik Q(-9,3) adalah



b. Melalui pangkal koordinat dan titik A(-2,-8)

A(-2,-8) berarti x = -2 , y1 = -8







Jadi gradient melalui pangkal koordinat dan titik A(-2,-8) adalah 4





Contoh 2 :

Tentukanlah gradient sebuah garis :

yang sejajar dengan garis 4x + 2y = 6

yang tegak lurus dengan garis x - 4y = 10



Penyelesaian :

Persamaan garis 4x + 2y = 6, maka a = 4, b = 2



Dua garis yang sejajar : m1 = m2 , maka m2 = - 2



Persamaan garis x - 4y = 10, maka a = 1, b = -4



Dua garis yang tegak lurus : m1 x m2 = -1 , maka
Read more
 
© Imam Murtaqi | Design by Blog template in collaboration with Blogger Indonesia, and Belajar Bahasa
Powered by Blogger
This is a website recovered by the free version of the Wayback Downloader.